Usul Format Piala Kapolda Jatim Cup 2016

Usul Format Piala Kapolda Jatim Cup 2016

Piala Kapolda Jatim Cup 2016 segera dimulai. Beberapa daerah pun melakukan persiapan matang dengan membentuk tim. Tercatat beberapa Polres telah melaunching timnya, sebut saja Polres Malang Kota telah membentuk kesebelasan bernama PS Bhayangkara Arema Police. Sebelumnya, sudah diperkenalkan terlebih dahulu Bhayangkara Banyuwangi Football Club bentukan Polres Banyuwangi dan PS Bhayangkara Sidoarjo yang mewakili Polres Sidoarjo.

Tentunya hadirnya Piala Kapolda Jatim Cup 2016 ini sebagai oase untuk membangkitkan kembali budaya olahraga bagi jajaran korps. Bila menilik jumlah Kabupaten dan Kota yang ada di Jawa Timur. Total ada sekitar 38 tim yang akan mengikuti ajang ini. Sebuah jumlah yang cukup fantastik untuk ukuran sebuah turnamen.

Hingga tulisan ini dirilis pada Kamis (06/10/2016) belum diketahui apakah format kejuaraan ini adalah turnamen atau format kompetisi penuh. Namun, bila melihat dari judul yang ada embel “piala” dan “cup” besar kemungkinan adalah turnamen yang formatnya mirip dengan Piala Dunia.

Bila mengutip kalimat dari AKBP Decky Hendarsono yang menyatakan bahwa ajang yang mempertemukan antas Polres se-Jatim ini untuk pembinaan anggota kepolisian yang memiliki kemampuan bermain sepak bola sehingga bisa berkontribusi untuk menyumbangkan pemain ke klub Bhayangkara FC. Maka, sudah selayaknya formatnya harus berupa kompetisi penuh. Hukumnya sudah fardu ain.

Kompetisi bisa memberikan jatah bermain yang sama kepada setiap tim. Hal ini tentunya sangat positif. Pasalnya tidak setiap tim mampu tampil baik di awal-awal kompetisi. Perlu ada perubahan taktik atau adaptasi terhadap taktik.

Kompetisi juga dapat memberikan jam terbang yang banyak bagi pemain untuk berkembang. Termasuk pemain cadangan bisa dimainkan bila dalam sebuah kesebelasan ada pemain yang cedera atau absen.

Selain itu, yang paling penting, Piala Kapolda Jatim Cup kedepannya bisa mandiri alias menggunakan dana yang bersumber dari swasta. Klub-klub peserta bisa mencari keuntungan. Baik dari sponsor atau pendapatan dari tiket. Semua tentunya bermuara pada peningkatan ekonomi bagi semua pihak, baik klub, supporter, pedagang hingga yang berkecimpung di dalamnya.

Bila format hanya turnamen saja, niscaya apa yang dicita-citakan soal pembinaan tidak akan berjalan maksimal. Pembinaan tidak berjalan karena pemain akan diseleksi dalam waktu dekat dan bukan dididik sejak awal.

Sudah pasti format liga dalam kompetisi penuh adalah solusi walau memang untuk memetik hasilnya, tidak semudah membalikan tangan. Perlu ada kerja keras dan kerja sama semua pihak untuk membantu mensukseskan ajang ini.

Tak perlu tur home-away bila memberatkan. Bisa juga menggunakan sistem home turnamen, menggunakan 4 sampai 5 stadion di Jatim yang diperuntukan untuk dimainkan bersama-sama, tetapi tetap menggunakan format saling bertemu sebanyak dua kali.

Catat, Evan Dimas pemain bintang Bhayangkara FC itu lahir dari Kompetisi Internal Persebaya bukan Turnamen Internal Persebaya.

Sumber foto: malangvoice.com

Komentar

Baca Juga