Uniknya Bursa Transfer Musim 2017

Uniknya Bursa Transfer Musim 2017

Memasuki kompetisi resmi yang akan digelar oleh PSSI melalui PT Liga Indonesia, sejumlah klub peserta liga terutama kontestan liga tertinggi di Indonesia yang kini bernama Liga 1—sebelumnya bernama ISL—ini tengah berburu pemain untuk memperkuat tim dengan berbagai tujuan. Mulai dari target juara hingga—mungkin—hanya bertahan di kasta tertinggi pada kompetisi yang akan mulai bergulir pada akhir Maret 2017 nanti.

Memasuki akhir bulan Januari ini, sudah banyak perpindahan pemain terjadi. Baik pemain lokal maupun yang datang dari luar negeri. Kebanyakan kesebelasan tradisional juara yang begitu aktif dalam perekrutan pemain meski ada juga yang memilih pasif bahkan cenderung masih berdiam diri lantaran menunggu regulasi liga baru—atau bisa dibilang dinamis alias berubah-ubah setiap tahunnya—dari PSSI.

Berikut hal-hal unik yang terjadi selama bursa transfer musim 2017 kali ini. Beberapa hal mungkin hanya terjadi di negara kita tercinta, Indonesia. Apa saja? Simak:

Kabur Setelah Direkrut

Kejadian buruk menimpa Persib di awal musim, setelah melepas 11 pemain—termasuk pemain bintang bernama Zulham Zamrun, mereka justru kesulitan mendatangkan pemain. Adalah Patrick Cruz dos Santos, mantan pemain Mitra Kukar di Piala Jenderal Sudirman ini justru kabur ke Vietnam dengan menjadi bagian dari Sai Gon FC setelah sebelumnya, agen sang pemain sudah menerima uang muka atau down payment (DP) dari manajemen Persib.

Hal ini pulalah yang menjadikan Alex Wiliam Costa, pemain yang menjadi satu paket dengan Cruz ikut-ikutan dicoret dari kesebelasan asal Bandung tersebut meski sang pemain sendiri berniat untuk menjadi bagian dari Maung Bandung musim depan. Hal ini ditunjukan lewat keseriusan dirinya dalam melaksanakan proses seleksi beberapa waktu lalu.

"Saya senang berada di tengah-tengah Persib dengan fans yang sangat fanatik. Ini latihan pertama saya dan sejauh ini tak ada masalah," ujar Alex seperti yang dikutip dari Pikiran Rakyat.

Aksi Bela Instansi

Pada musim 2017 nanti Liga 1 akan dihuni oleh dua kesebelasan yang berasal dari instansi kepolisian dan TNI, yakni Bhayangkara FC dan PS TNI. Sama seperti musim lalu ketika keduanya bermain di Indonesian Soccer Championship (ISC) A 2016 ini dengan menggunakan pemain yang memiliki second job sebagai polisi dan tentara.

Yang paling serius memperbaiki tim adalah Bhayangkara FC. Kesebelasan yang memiliki julukan The Great Alligator ini sudah mendatangkan pelatih dan 8 pemain baru. Uniknya, 6 dari 8  pemain yang didatangkan oleh Simon McMenemy, pelatih baru Bhayangkara ini adalah berstatus sebagai polisi. Adapun keenam pemain tersebut adalah Bhayangkara FC, yakni Awan Seto (kiper), Rully Destrian (kiper), Dinan Javier (striker), Maldini Pali (gelandang), Hendra Sandi (gelandang) dan Muchlis Hadi Ning (stiker).

Sebenarnya ada satu nama lagi yang nyaris bergabung, yakni Hansamu Yama. Namun pemuda berusia 21 tahun tersebut menolak dan memilih mengundurkan diri dari instansi kepolisian agar bisa fokus berkarir bersama Barito Putera.

Bila beberapa waktu lalu ada aksi demonstrasi Aksi Bela Islam, mungkin kepindahan pemain dari klub lamanya ke kesebelasan yang bermain di Stadion Gelora Sidoardjo ini bisa dikatakan Aksi Bela Instansi. Hehehehe.

Gebrakan Si Sugar Daddy

Pusamania Borneo FC (PBFC) dapat dikatakan sebagai salah satu kesebelasan yang paling aktif dalam bursa transfer kali ini. Selain mendatakan para mantan, yakni Okto Maniani (Arema FC) dan Ade Jantra (Persija Jakarta) mereka juga mendatakan Helder Lobato Ribeiro, pemain asal klub Yordania, Al-Wehdat.

Uniknya, bila kebanyakan klub-klub peserta liga mendatangkan pemain secara gratis lantaran berstatus free transfer alias tidak punya klub, namun manajemen PBFC berani mengeluarkan biaya sebesar 40.000 dolar atau setara dengan Rp540 juta sebagai biaya transfer pemain berkebangsaan Brasil tersebut.

Dengan nilai nominal yang fantastis tersebut memastikan PBFC nenecahkan rekor transfer pemain sepak bola terbesar sepanjang masa di Indonesia—ingat biasa tersebut bukan untuk kontrak pemain tetapi untuk membeli pemain.

"Ya kita sudah koordinasi dengan agen pemain, dia masih ada kontrak 6 bulan lagi dengan Al-Wehdat. Tapi ga ada masalah, kita hormati dan siap dengan nominal transfernya. Saya sudah utus managemen untuk terbang ke Amman urus ini," ucap presiden klub H. Nabil Husein Said Amin seperti dikutip dari Tribunnews.

Nabil, begitu panggilan akrab pemilik saham mayoritas PBFC ini memang dikenal sebagai salah satu pengusaha muda nan kaya yang begitu mencintai sepak bola. Anak dari Ketua Pemuda Pancasila Kaltim, Said Amin ini dikenal sebagai penggerak modernisasi dan profesonalitas sepak bola di Indonesia. Di bawah kendalinya, PBFC yang akan berusia tiga tahun pada Maret 2017 nanti sudah menghadirkan gebrakan yang jarang ditemui di Indonesia terkait jual beli pemain. eh tai, orang kaya mah bebas. Hehehe...

 Yanto yang Menguras Hati

Kemana Rudolof Yanto Basna atau yang dikenal publik dengan nama Yanto Basna ini bermain musim depan? Menolak bertahan di Persib lantaran nilai kontrak yang kecil ia kemudian berlabuh ke salah satu klub asal Jawa Timur, Arema FC.

Namun, setelah sampai di Malang, Yanto mendadak tidak bisa dihubungi menjelang tanda tangan kontrak dengan Arema FC. Manajemen klub bahkan kebingungan dengan keberadaan mantan pemain Mitra Kukar tersebut lantaran sulit untuk diajak komunikasi.

Namun Yanto membantah dirinya kabur. Ada urusan mendadak di Jakarta yang mesti diselesaikan. Ia pun meminta maaf kepada manajemen Arema yang merasa dirugikan lantaran perbuatannya yang mungkin dianggap meresahkan.

"Tidak benar saya kabur karena belum ada kontrak yang saya tanda tangani. Uang juga belum saya terima," tulis Yanto melalui akun twitternya @yantobasna31.

"Saya memang harus ke Jakarta mendadak, karena ada urusan keluarga darurat yang tak bisa ditinggalkan," jelasnya.

Duh Yanto, bikin deg-degan aja, kirain mau main di Persija, eh.

Sumber foto: juara.net

Komentar

Baca Juga