Tukang Sulap Bernama Alfredo Vera

Tukang Sulap Bernama Alfredo Vera

Didatangkan dengan modal nekat karena sedikitnya pilihan,  Angel Alfredo Vera buktikan kualitasnya sebagai pelatih jempolan dengan menjuarai ajang Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016 bersama Persipura Jayapura.

Akhir bulan Juli 2016 lalu seakan-akan menjadi titik nadir bagi kesebelasan Persipura Jayapura. Bagaimana tidak, mereka kalah oleh tim pendatang baru di kancah liga Indonesia, Madura United (MU) yang menang  dengan skor akhir 2-0 di Stadion Gelora Bangkalan tepat tanggal 30 Juli 2016.

Kekalahan ini pulalah yang menjadikan pelatih yang sukses membawa Mitra Kukar menjuarai Piala Jenderal Sudirman pada awal tahun 2016, Jafri Sastra harus angkat kaki dari Stadion Mandala, kandang Persipura setelah dari 13 laga yang dijalani, Boaz dkk hanya memenangkan lima laga, empat imbang, dan empat kekalahan, salah satu kekalahan yang paling menyakitkan adalah tumbang dari Persib Bandung di markas sendiri dengan skor 2-0.

Terjerembab di peringkat ke-7 klasemen bukanlah posisi yang ideal bagi Persipura. Untuk itulah, perlu pelatih yang berkualitas dan berpengalaman untuk mengawal langkah demi langkah anak-anak Mutiara Hitam demi meraih prestasi tertinggi kembali setelah kompetisi yang lalu lalu, tepatnya ISL 2014 harus berpuas diri menjadi nomor dua.

Tak perlu waktu lama, Persipura pada awal Agustus 2016 langsung menunjuk Angel Alfredo Vera sebagai pelatih baru mereka pada Rabu, 3 Agustus 2016 alias satu hari setelah Jafri Sastra memutuskan mundur.

Banyak yang beropini bahwa penunjukan pelatih asal Argentina tersebut adalah modal nekat karena kurangnya stok pelatih berlisensi A-AFC di Indonesia yang menganggur.  Faktor peraturan yang mengharuskan pelatih klub ISC A 2016 harus memiliki lisensi A-AFC menjadi alasan mengapa Ketua Umum Persipura Jayapura, Benhur Tommy Mano pada akhirnya meminang pria yang sempat membela PSS Sleman ketika masih menjadi pemain.

Tentunya keputusan tersebut seperti berjudi. Pasalnya, bila menilik prestasi Alfredo selama melatih, ia hanya membawa Persela Lamongan di posisi ke-12 pada ISL tahun 2013 dan hanya menjadi pesakitan ketika melatih di Persegres Gresik United pada ISL 2014 dengan hanya melatih selama tujuh bulan saja.

Namun pada akhirnya Alfredo membuktikan kapasitasnya sebagai seorang yang pandai meracik taktik, dengan mensinergikan pemain berpengalaman seperti Boaz, Ian Luois Kabes, dan Yustinus Pae dengan para wonderkids, sebut saja Osvaldo Ardilles Haay, Ricky kayame, Marinus Mariyanto dan Muhammad Tahir.

Pada laga perdana pelatih yang pernah menjadi asisten pelatih Subangkit ini berhasil mengandaskan Bhayangkara FC dengan skor 2-1 di Stadion Gelora Sidoarjdo pada Jumat (5/9/2016). Dan yang paling berkesan adalah, Alfredo berani menurunkan pemain berusia 19 tahun, Marinus Mariyanto yang gilirannya berhasil menjadi pencetak gol termuda di ajang ISC A dalam laga perdananya bersama Persipura.

Setelah pertandingan tersebut, Persipura menggila pada pertandingan selanjutnya. Puncaknya adalah pada pekan ke-31, mereka berhasil bertengger di puncak klasemen setelah beberapa waktu lalu lebih diakrabi oleh MU dan Arema Cronus. Uniknya, keberhasilan tersebut juga diraih oleh Persipura ketika mengalahkan Bhayangkara FC dengan skor 2-1 pada Jumat (2/12/2016), di Stadion Mandala, Jayapura.  

Kemenangan berturut-turut selama enam kali sejak pekan ke-29 membuat tim asal Kota Jayapura ini keluar sebagai juara. Alfredo berhasil membawa Persipura juara ISC A 2016 setelah awal musim diragukan karena statusnya yang cuma pelatih tim U-21 saja.

Akrab dengan Penolakan

Alfredo yang sukses menjadi tukang sulap karena berhasil membawa Persipura menjadi yang nomor satu di ISC A 2016 ini tak juga luput dari penolakan untuk melatih sebuah klub karena dianggap tidak memiliki kualitas yang mumpuni.  

Sebelum menunjuk Robert Rene Alberts sebagai penganti Luciano Leandro, PSM sempat ingin mengontrak Alfredo yang saat itu bahkan sudah hadir di Stadion Andi Matalatta menyaksikan PSM bermain, namun terjadi penolakan yang luar biasa dari penggemar PSM, salah satunya disuarakan dari kelompok suporter Red Gank.

“Haram hukumnya PSM dilatih pelatih buangan sekelas Alfredo,” tegas Sekretaris kelompok suporter Red Gank, Sadakati Sukma seperti yang dikutip dari Sportanews.

Hal senada juga diutarakan oleh pentolahn Laskar Ayam Jantan (LAJ), Uki Nugraha. Ia mengaku nasib Alfredo akan sama dengan Leonardo.

"Kalau Alfredo yang masuk, saya yakin nasibnya juga seperti Luciano. Kalau itu terjadi lagi ini akan mengganggu suasana tim. Konsentrasi pemain juga terganggu,” ujarnya.

Namun, apa yang diprediksi terbukti salah. Dan karma pun akhirnya dirasakan oleh PSM. Klub asal Kota Makassar tersebut  dijadikan tumbal bagi Alfredo untuk memastikan timnya menjadi juara di ISC A 2016 musim ini. PSM yang tengah on fire pun harus mengakhiri ajang ISC dengan meraih peringkat keenam setelah kalah dengan skor besar 2-4 dari Persipura di pekan terakhir ISC A 2016.

Banyak yang mengira bahwa Persipura juara adalah karena faktor keberuntungan. Hal ini dikarenakan kesebelasan MU yang menjadi juara paruh musim pertama seperti kehabisan bensin, juga dengan inkonsisten yang dilakukan oleh Arema.

Namun, ungkapan seperti itu tidak berasalan. Pasalnya, Persipura tahun ini sempat tampil tidak menyakinkan di awal musim, juga banyaknya pemain kunci yang cedera bergantian sepanjang musim, seperti manuel Wanggai, Ian Louis Kabes, Ruben Sanadi . belum lagi pemanggilan Boaz, top skor sekaligus kapten tim untuk membela Tim Nasional Indonesia juga dirasa dapat menganjal tim kapan saja.

Tetapi, atas kekompakan yang dijalin semua pemain baik itu di dalam maupun di luar lapangan, hal tersebut dapat teratasi. Mengutip dari Antaranews,  Alfredo mengaku kunci keberhasilan timnya menjadi juara adalah karena pemain mendengarkan instruksi yang diberikannya.

"Keberhasilan ini merupakan kerja keras kami semua. Anak-anak mau mendengarkan apa yang saya instruksikan dan mereka memberikan kepercayaan kepada saya untuk melatih mereka,"  ujar Alfredo.

Memasuki musim kompetisi ISL 2017, Alfredo memutuskan untuk bertahan di Persipura. Apakah pada kompetisi resmi musim depan, daya magis seperti ajang ISC A 2016 dapat kembali dipertontonkan olehnya? Biar waktu yang menjawab, kini, untuk sementara nikmatilah kemenangan dengan jiwa yang merdeka.

Sumber foto: sidomi.com, fourfourtwo.com

Komentar

Baca Juga

Merawat Ingatan Bernama Petar Segrt Senin, 06 Jul 15 00:00 Merawat Ingatan Bernama Petar Segrt