Trial ke Spanyol Hilarius Bryan Pahalatua Butuh Dana, Kemenpora dan PSSI Kemana?

Trial ke Spanyol Hilarius Bryan Pahalatua Butuh Dana, Kemenpora dan PSSI Kemana?

Indonesia tak pernah habis dalam melahirkan pemain muda berbakat. Yang terbaru, muncul nama Hilarius Bryan Pahalatua Simbolon, bocah asal Kota Bontang yang kini memiliki kesempatan untuk menyalurkan bakat sepak bolanya di negeri Spanyol, tepatnya di klub Real Valladolid.

Seperti yang diberitakan oleh Bontang Prokal, sebelumnya bocah yang berusia 15 tahun ini telah menjalani serangkaian trial selama sepekan di  Real Valladolid. Dalam uji coba tersebut, Hilarius mendapatkan nilai yang cukup memuaskan selama trial yang dievalauasi oleh pelatih Jose Antonio dan Juan Carlos Gonzalez. Hal ini membuat klub yang bermarkas di Stadion Nuevo José Zorrilla menginginkan Hilarius untuk bergabung di klub mereka.

Namun meski begitu, untuk dapat bermain di klub asal Kota Valladolid ini, ada persyaratan yang mesti dijalani oleh pemain binaan Akademi Sepak Bola (ASB) Pelangi Mandau ini, yaitu wajib menuntaskan sekolahnya. Hal ini berarti Hilarius membutuhkan dana untuk meneruskan pendidikannya di Spanyol sekaligus biaya pendidikan selama mengenyam pendidikan di klub yang berlaga di Divisi Adelante, satu strip dibawah Liga Utama BBVA.

Menurut berita yang dilansir dari Four-four Two, Hilarius setidaknya harus menyiapkan dana sebesar €12600 (sekitar Rp189 juta) untuk biaya hidup selama sembilan bulan di Spanyol. Dana tersebut harus segera terkumpul sebab pada 1 September 2016, ia harus sudah memulai program latihan yang berakhir pada 30 Juni 2017. Sumber lain menyebutkan bahwa siswa SMP YPK kelas IX ini akan menetap hingga 3-4 tahun disana.

Hilarius merupakan pemain yang penuh talenta, ia pernah meraih penghargaan sebagai pemain yang paling banyak mencetak gol dalam ajang turnamen sepak bola internasional bertajuk Singa Cup 2015. Total ada 17 gol yang dia cetak di kejuaraan yang cukup prestise di negara Singapura itu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Selain itu, segudang prestasi juga sudah berhasil di torehkan oleh anak dari Assen Simbolon tersebut, antara lain : Juara Juara II Singa Cup U-12 sekaligus menjadi  Top Scorer Singa Cup U-12 (2013). Kemudian Juara I Wali Kota Cup, Juara II Liga Pendidikan Indonesia, Juara III Harbi Cup Samarinda. Dan yang terbaru adalah Juara I Singa Cup U-14 (2015) dan juga Top Scorer Singa Cup U-14 (2015).

Dengan bakat dan prestasi tersebut, sungguh sayang bila impian dan cita-cita Hilarius harus kandas di tengah jalan karena kekurangan dana. Perlu ada perhatian yang serius dari pemerintah, Kemenpora dan Asosiasi Sepak Bola di Indonesia, PSSI. Jangan sampai bakat yang dimiliki pemuda asal Bontang ini menjadi sia-sia.

Manajemen Real Valladolid terlihat begitu mendambakan kehadiran Hilarius, bahkan sampai repot-repot menulis surat resmi agar sang pemain bisa kembali lagi ke Spanyol. Surat tersebut berada di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Bontang. Namun sampai saat ini belum ada hal yang dilakukan untuk mem-folow up yang berarti disini pemerintah alpa alias lepas tangan.

Hal senada juga dilakukan oleh PSSI. Sebagai asosiasi resmi sepak bola yang sudah lepas dari masa jeratan pembekuan oleh Menpora, harusny bergerak cepat untuk membantu. Namun hingga tulisan ini dipublish pada Kamis (16/6/2016), belum ada itikad baik dari mereka untuk meringankan langkah pemain untuk membawa harum sepak bola Indonesia di Negeri matador.

Seperti yang kita ketahui bersama, beberapa waktu lalu hal serupa juga terjadi pada Tristan Alif Naufal yang diundang untuk trial ke klub asal Spanyol lainya, Getafe. Namun keberangkatan pemain berusia 11 tahun ini tertunda lantaran terganjal masalah dana.

Penulis berfikir, apakah sepak bola di negeri ini hanya ramai ketika ada ribut-ribut semata, merasa paling benar tentang pengelolaan sepak bola, tetapi ketika ada hal yang patut diseriusi sejurus kemudian keadaan mendadak hening. Mungkin inilah salah satu alasan yang membuat Fachri Husaini—legenda sepak bola Bontang—yang notabene adalah pelatih dari Hilarius ini ogah ditunjuk PSSI sebagai pelatih Tim Nasional U-19. Hiih!!!

Ditulis oleh Handy Fernandy (@handyfernandy), Chief Editor Indosoccer.id.

Sumber foto: http://bontang.prokal.co/

Komentar

Baca Juga