Tahun Kelahiran PSIK Klaten yang Banyak Versi

Tahun Kelahiran PSIK Klaten yang Banyak Versi

Sebuah hastag #Ber70anglahPSIK yang muncul sekitar periode Oktober 2016 kemarin, cukup menjadi sorotan bagi pecinta sepakbola khususnya yang berada di sekitar Solo maupun Jogja. Beberapa pihak memberi selamat atas ultah yang dirasakan oleh tim PSIK Klaten yang genap berusia 70 tahun, jika merujuk tahun berdiri sejak 10 Oktober 1946. 

PSIK adalah sebuah tim tua yang kini kondisinya hanya berkutat di Liga Nusantara, yang kini masuk di strata kasta ketiga dengan status liga amatir. Masalah dana yang menghinggapi yang pada gilirannya menjadi biang keladi tim ini tak bisa eksis setiap saat. Bahkan dengan dana minim yang diterima Askab PSSI Klaten, membuat tim PSIK lebih memilih terjun di kompetisi Piala Soeratin U-17 ketimbang di kompetisi Liga Nusantara maupun Divisi Amatir beberapa tahun yang lalu.

Tapi hastag yang paling menarik jika membahas sejarah PSIK Klaten, jelas jika kita melihat apa yang ditulis sejarawan bola asal Bandung Novan Herfiyana di akun twitter pribadinya (@Novanherfiyana) yang dia unggah 19 april 2016 pukul 10.10 WIB dengan hastag #AnggotaPSSI1934

Ada beberapa tulisan berseri yang dia tulis, tentang siapa saja tim-tim anggota lama dan baru organisasi sepak bola pribumi (PSSI) di periode tahun tersebut. Salah satunya tertulis "#AnggotaPSSI1934 (Jateng):Persis, PSIM, PPSM, PSIS, PSIA (Salatiga) yg saat itu ke PSIA (Ambarawa). Akan Masuk: Persik (Klaten)" Yang tak lama dirinya memperjelas informasi dengan tulisan baru "@novanherfiyana kelak, PSIK (Klaten) Berdiri 19 Desember 1959 dan disahkan sebagai anggota PSSI dalam kongres PSSI 1961. @AnggotaPSSI1934"

Yang membuat dua tweet ini menarik adalah munculnya nama Persik Klaten, yang secara harfiah jelas berbeda pelafalan namanya dengan PSIK Klaten yang selama ini kita kenal. Terlebih lagi disitu nama PSIKpun diperjelas berdiri tanggal 19 Desember 1959, sebelum akhirnya disahkan sebagai anggota PSSI pada kongres tahun 1961

Ketika dikonfirmasi ke email bersangkutan, kang novan yang merupakan salah satu pengisi data perjalanan jejak pertandingan sepakbola Indonesia di website RSSSF itu mengakui apa yang dia tulis sesuai dengan klipingan koran yang dia dapatkan.

"Apa yang saya sampaikan via blog atau apa pun (biasanya) berdasarkan media cetak. Jadi, minimal ada dokumentasinya terlepas dari tepat atau tidak, nantinya. Perihal PSIK Klaten, saya dapatkan di majalah ANEKA tahun 1959, sedangkan Ksatrya Sragen di majalah Olah Raga 1937. Saat itu, ada dua perserikatan yang lain daripada yang lain: Ksatrya Sragen dan Rens Bojonegoro. Sementara umumnya berawalan P atau Pers" ucapnya 

Ungkapan ini tentu membuat sejarah berdirinya PSIK kembali menjadi sebuah pertanyaan besar. Terlebih di tahun 2014, kang Novan sempat memberikan sebuah klipingan koran Olahraga terbitan tahun 1937. Yang disitu berisi tentang nama-nama anggota PSSI. Dimana disitu tertuliskan alamat lokasi anggota PSSI per Maret 1937. Disana tertulis ada nama PSIK Kaboepaten Klaten yang salah satu anggotanya bernama Soenardi.

Disini nama PSIK termasuk sebagai salah satu anggota baru, bersama kemunculan nama lainnya bond asal Jateng seperti PSKS Kedoe Selatan, PESISS Salatiga, Ksatrya Sragen dan PSIW Wonosobo yang baru dimunculkan di tahun 1937. Nama-nama ini belum muncul sebagai nama-nama pendiri PSSI di tahun 1930, ataupun anggota baru sesuai tulisan Novan untuk periode tahun 1934. Informasi inipun sempat di jabarkan kang Novan di blog miliknya (NovanmediaResearch.wordpress.com)

Perjalanan pertandingan PSIK muncul di koran Panjebar Semangat terbitan 16 September 1939. Dimana disana dituliskan dengan kop bold "Ing Semarang" yang artinya pertandingan yang digelar di Semarang diwaktu sebelum koran ini diterbitkan. Yang mana disitu dijabarkan tim Go Ahead (Semarang) bertanding melawan DMN (Solo) berakhir dengan kedudukan 4-1, lalu Go Ahead (Semarang) v Union (Semarang) 3-2, kemudian SVV (Semarang) v Stormvogels (Magelang) 3-1 dan PSIK Klaten v PSIS Semarang yang berakhir kemenangan PSIK 3-2.

Sayang hasil bagus ini gagal terulang empat bulan kemudian. Masih di media yang sama tim PSIK menjalani pertandingan persahabatan di kandang lawannya. Sayangnya saat melawan PSIM Jogja di kandangnya, PSIK kalah telak 7-1 dibulan Januari 1940 kala itu.  Itu artinya sebelum masih di periode 1939/1940 tim PSIK sudah terbentuk, dan berani melakukan perjalanan pertandingan diluar kandang mereka.

Tapi data tertua yang penulis dapatkan muncul di Koran yang sama terbitan Agustus 1938. Dimana disana tertulis tim PSIK menjalani pertandingan kompetisi PSSI melawan PSM Madioen dengan hasil akhir kemenangan PSM 3-2.

Masih di koran yang sama yang diterbitan Juni 1940 dituliskan PSIK masuk di kompetisi PSSI musim 1940/1941 di Grup IV, bersama tim dari Solo (Persis), Semarang (PSIS) dan Salatiga. Yang akhirnya hasil akhirnya diperjelas diterbitan Agustus 1940, dimana disitu dijelaskan tim asal Klaten main dua kali setelah kalah dari Solo (4-1) dan Semarang (4-0).

Setelah melihat saksi data valid dan konkret dari koran olahraga dan Panjebar Semangat itu, tentu semakin merujuk di periode 1930an tim ini sudah terbentuk, memainkan sepakbola dari satu lapangan ke lapangan lainnya, dan tentunya sudah berkompetisi bersama bond-bond pribumi lainnya di kompetisi Perserikatan PSSI jauh sebelum indonesia mendeka.

Tim PSIK bisa dibilang jadi salah satu kekuatan di kompetisi PSSI khususnya diregional Jateng, mengingat tim ini belum sekalipun masuk di babak nasional. Jika masih tidak percaya dengan kekuatan PSIK dijaman dulu, mungkin bisa baca buku karangan Arief Natakusumah berjudul "Drama itu bernama Sepakbola". Di bab “Drama 16: derby ala Jawa” tepatnya di halaman ke-82, terdapat sebuah tulisan yang penulis rasa sangat memperjelas kekuatan PSIK dijaman dulu. Salah satu isi tulisan tersebut adalah:

"Di zaman pendudukan Jepang, Persis masih sering tampil di Sriwedari menghadapi Jakarta, Surabaya atau Purwakarta. Di tim yang belakangan ini ada pemain top bernama Isaak Pattiwael yang dijuluki Macan Purwakarta. hebatnya dia salah satu anggota tim nasional Dutch Indies yang tampil pada Piala Dunia 1938 di Perancis. Saat melawat ke Solo, Persija diperkuat oleh Mahmul, kiper gemuk tapi lengket tangkapannya, lalu bek cekatan ruslan dan trio tangguh Sanger, Abidin dan Teck Eng serta kanan luar Iskandar. Lewat adil mereka, Persis terpaksa main dengan hasil seri 2-2. Mahmul, Ruslan, Abidin dan Pattiwael pada zaman revolusi hijrah ke Klaten. Namun mereka tidak bergabung dengan Persis, melainkan ke PSIK Klaten lantaran ditawari bekerja di pabrik sepatu Gayamprit. Bolah jadi kepindahan ini seperti sebuah kisah transfer pemain tempo doeloe. Sebelum hijrah ke Klaten, Mahmul, Ruslan dan Abidin adalah Anggota tim Sepakbola Bata Jakarta. Saat itu perusahaan sepatu milik Belanda ini boyongan sambil membawa peralatan pabrik ke Jawa Tengah"

Cukup menarik pastinya melihat kekuatan PSIK jaman dulu, yang sempat diisi bintang Persija hingga eks pemain Piala Dunia. Abidin sendiri adalah legenda Persija Jakarta, bahkan sebuah komunitas bernama AbidinSide fokus mengulik sejarah Persija lewat tulisannya dimajalahnya. Yang unik Abidin diketahui sudah bermain untuk Persija sejak masih bernama VIJ, bahkan ditahun 1950pun nama dia sempat muncul bermain untuk tim Persija. Yang jadi pertanyaan, kapan dan sampai kapan dia hijrah bermain untuk PSIK?.

Diluar data ini, penulis mendapati pembahasan berdirinya PSIK, merujuk pada tanggal 10 Oktober 1946 dari sebuah blog (psikklatenfootball.blogspot.com) yang diunggah tanggal 16 Februari 2013. Dari dasar tanggal inipula hastag #Ber70anglahPSIK akhirnya muncul 

Intinya sekarang adalah PERCAYA YANG MANA?. 1934, 1937, 1946 atau malah 1959. Jelas ini jadi cukup menarik untuk kembali ditelusuri kedepannya. Tapi yang pasti perlu diperjelas dan dinalar adalah setiap klub dipastikan akan berdiri dulu baru berkompetisi, bukan berkompetisi dulu baru resmi dinyatakan berdiri. 

Ditulis oleh Nikko Auglandy.

Sumber foto: pinggircorner.blogspot.co.id

Komentar

Baca Juga