Simbiosis Mutualisme Irfan Bachdim-Bali United

Simbiosis Mutualisme Irfan Bachdim-Bali United

Akhirnya, salah satu saga transfer terpanas di bursa jual-beli pemain di Indonesia berakhir. Adalah Irfan bachdim, pemain keturunan Indonesia-Belanda ini memilih kesebelasan asal Bali, Bali United sebagai pelabuhan karirnya setelah lama malang-melintang di luar negeri.

Irfan resmi diperkenalkan kepada publik Semeton Dewata pada konferensi pers, Kamis (12/1/2017) lalu bersamaan dengan Ngurah Nanak. Mantan striker klub Divisi Dua Liga Jepang, Consadole Sapporo itu dikontrak dengan durasi selama satu tahun.

Menurut Irfan, Bali United memiliki kelebihan yang tidak dimiliki klub lainnya, selain profesional, klub yang akan merayakan ulang tahun keduanya pada Ferbuari 2017 mendatang ini memiliki pelatih kenamaan, Indra Sjafri yang membuat pemain bertinggi 1.72 m ini memilih hijrah ke Stadion Kapten I Wayan Dipta.

“Saya sangat senang bisa gabung dengan Bali United. Saya sudah tahu coach Indra Sjafri sebelumnya di AFF U-19. Saya pun tahu coach Indra Sjafri pelatih terbaik di Indonesia,” tutur Irfan Bachdim seperti yang dilansir dari Tribunnews.

Keputusan ayah dua anak merapat ke kesebelasan berjulukan Serdadu Tridadu pun mengakhiri isu rumor bursa transfer 2017. Pasalnya, sebagaimana yang diketahui bersama ada dua klub yang begitu ngotot mendapatkan tanda tangan Irfan, yakni Persib Bandung dan Arema FC.

Persib sudah jauh-jauh hari tertarik untuk merekrut mantan jebolan akademi Ajax Amsterdam ini, bahkan Umuh Mucthar, manager klub asal bandung tersebut memuji Irfan setinggi langit agar mau bergabung dibawah manajemennya.

“Persib membutuhkan pemain seperti Irfan. Ia pemain yang bagus dan berkualitas. Hal ini tentu akan sangat baik bagi Persib,” ucap Umuh, dikutip dari footballchannelasia.

Pernyataan Umuh ini bisa dibilang terbalik 180 derajat ketika tahun 2010 lalu di mana Irfan sempat melakukan trial di Persib. Namun pada saat itu, pria yang sempat membela FC Utrecht di Eredivisie Belanda ini ditolak karena alasan sepele, belum terjamin di ISL.

Sementara Arema FC juga sempat merayu dengan melakukan pendekatan kekeluargaan. Hal ini dikarenakan keluarga besar Irfan merupakan orang Malang—tepatnya keturunan Arab-Malang. Ayah dan kakeknya dahulu merupakan juga pesepakbola yang menghabiskan karirnya di seputaran malang.

Ayahnya, Novel Bachdim adalah mantan pesepak bola dari klub PS Fajar Lawang (anggota kompetisi internal Persekam Malang). Sedangkan Kakeknya, Ali Bachdim merupakan mantan pemain Persema Malang.     

Namun nampaknya kepindahan Irfan ke Arema tidaklah mungkin terjadi. pasalnya, ia merupakan penggemar berat Persema di mana kesebelasan yang akan bermain di Liga Nusantara pada musim 2017 ini adalah rival dari Arema. Tidaklah mungkin Irfan tega menyakiti mantan klubya bila alasannya karena hanya karena uang semata seperti pernyataannya kepada wartawan saat sesi tanya jawab di konfrensi pers.

"Selain pelatih yang bagus, tim ini juga memiliki potensi tinggi untuk bisa berprestasi. Ini yang lebih penting dari 'sekadar' nilai kontrak. Namun, saya senang dan bahagia bisa bergabung di Bali United. Saya tak terlalu mementingkan (gaji) itu. Ada tawaran dengan nilai lebih tinggi, tapi saya menolaknya," kata Irfan.

Terakhir, yang membuat pemain yang pernah mengantarkan Tim Nasional Indonesia menjadi runner up Piala AFF 2010 ini yakin memperkuat Bali United adalah dukungan penuh istrinya, Jennifer Bachdim.

"Istri sangat senang dan saya juga," ujar Irfan.

Kedatangan pemain yang rencananya akan menggunakan nomor punggung 10 ini tentu akan menjadi profit yang besar bagi Bali United. Kedatangan Irfan berhasil mengajak serta tiga sponsor baru kepada klub yang identik dengan warna merah tersebut.

Adapun ketiga sponsor yang datang adalah Bank INA, Angker Sport, dan Bebek Bengil. Bank INA merupakan lembaga keuangan baru yang tengah mengembangkan layanan berbasis digital dan akan membuka cabang di Denpasar.

Angker Sport sendiri sudah lama menjalin kerja sama dengan klub-klub di Indonesia. Pelita Jaya, Arema FC, dan terakhir Bhayangkara sudah menjadi patner kerjasama. Namun baru kali ini sponsor minuman tersebut menjalin kerja sama dengan klub asal Bali tersebut.

Sedangkan, Bebek Bengil merupakan rumah makan yang cukup sukses. Tak hanya di Bali, mereka juga membuka cabang di beberapa kota besar di Indonesia. Dengan mengaet Bali United, dipastikan rumah makan yang berdiri sejak tahun 1990 ini akan mendapat manfaat terutama dalam bidang pemasaran.

Tak hanya itu, ke depannya klub yang dikelola secara profesional ini dapat memanfaatkan nama besar Irfan untuk merauk keuntungan lewat jersey atau pernak-pernik bertemakan dirinya. Sebagaimana kita ketahui bersama Bali United merupakan klub sepak bola Indonesia pertama yang memiliki toko merchandise sendiri yang dibuka sejak Maret 2016 silam.

Kehadiran pemain yang sempat membela Chonburi FC ini juga diprediksi akan meningkatkan jumlah penonton yang menyaksikan Bali United berlaga. Pasalnya, di musim lalu Stadion Kapten I Wayan Dipta bisa dibilang sepi. Tapi bila menilik membludaknya penonton yang menyaksikan Irfan latihan perdana bersama Laskar Tridatu lainnya bisa dipastikan Stadion akan terisi penuh. Belum lagi kedatangan pemain bintang lainnya seperti Dias Angga, Muhammad Taufiq dan, ehm Yandi Sofyan Munawar yang juga meningkatkan minat untuk datang ke stadion untuk menyaksikan eks punggawa Timnas tersebut beraksi.

Dapat dikatakan hubungan antara Irfan dengan Bali United adalah sebuah hubungan simbiosis mutualisme, di mana kedua belah pihak sama-sama mendapatkan keuntungan. Irfan dapat berkarir (kembali) di Indonesia dan Bali United bisa memanfaatkan Irfan untuk mendapatkan citra dan sponsor.

Sumber foto: tempo.co dan antaranews.com. 

Komentar

Baca Juga