Mengintip Peluang Garuda Muda di AQUA Danone Nations Cup 2015

Mengintip Peluang Garuda Muda  di AQUA Danone Nations Cup 2015

AQUA Danone Nations Cup 2015 yang akan diselenggarakan di Maroko mulai 22 Oktober 2015, sejatinya merupakan turnamen rutin diadakan setiap tahun sejak pertama kali dicetus pada tahun 2000 di Prancis. Turnamen ini dapat dikatakan sebagai salah satu turnamen yang cukup prestise, bisa dibilang turnamen AQUA Danone Nations Cup merupakan ajang Piala Dunia bagi anak-anak usia antara 10-12 Tahun.

Berbeda dengan Timnas senior Indonesia yang selalu absen dalam ajang Piala Dunia, Timnas U-12 justru rutin mengirimkan wakilnya di turnamen tersebut sejak tahun 2003 hingga tahun 2015. Prestasi terbaik yang berhasil diperoleh dalam turnamen yang diambasadori oleh Zinédine Zidane adalah pada saat tahun 2006, di mana wakil Indonesia saat itu, SSB Makassar Football School 2000 yang berasal dari Sulawesi Selatan berhasil mencapai semifinal dan meraih posisi keempat yang sampai saat ini, rekor tersebut belum bisa terpecahkan.

Untuk tahun 2015, Indonesia diwakili oleh SSB Banteng Muda Malang dalam ajang AQUA Danone Nations Cup 2015 dan mendapuk pelatih Bali United, Indra Sjafri untuk mendampingi para garuda muda selama mentas di Maroko. sebelum keberangkatan, Indra Sjafri sudah terlebih dahulu menggembleng para pemain lewat training camp (TC) yang dilakukan di Batu, Malang pada 1-17 Oktober lalu.

Tak ayal optimisme menggunung kembali ditiupkan oleh para punggawa garuda-garuda muda tersebut untuk terbang tinggi dan meraih prestasi lebih tinggi dari tahun lalu atau membuat kejutan dengan mematahkan rekor-rekor sebelumnya.

Meski begitu, Indra Sjafri tak mau membebankan target tinggi terhadap anak-anak asuhnya. Menurut berita yang dilansir oleh Goal, Indr Sjafri selama persiapan, tak pernah memberikan doktrin untuk memenangkan pertandingan. Sebab menurutnya, menang, kalah atau seri merupakan bagian yang tak terpisahkan dari sepak bola. Jika doktrin menang yang ditanamkan, nantinya anak-anak akan mencari cara apapun untuk menang. Yang menurut eks pelatih Timnas U-19, hal tersebut tidak baik untuk psikologi mereka.

"Tidak ada target besar mereka di Danone Cup kali ini. Saya hanya memberikan atmosfer kompetitif kepada para pemain, memberikan semangat berkompetisi kepada mereka agar mereka mendapatkan pengalaman yang berharga. Jika nanti hasilnya positif, saya anggap hal itu adalah bonus," jelasnya.

Seperti yang kita ketahui bersama, tahun lalu Indonesia yang diwakili oleh SSB Asaf Purwakarta 313 yang didampingi oleh  mantan pelatih Persipura Jayapura, Jacksen Ferreira Tiago berhasil menempati posisi tujuh di dalam ajang AQUA Danone Nations Cup 2014. Langkah Indonesia harus terhenti di perempat final usai kalah dari Timnas Cili dengan skor akhir 2-1.

Walaupun gagal lolos ke semifinal, prestasi anak-anak SSB asal Jawa Barat ini tak dapat dianggap remeh. Di penyisihan grup, Indonesia berhasil meraih 7 angka. Hasil tersebut, diraih dengan rincian dua kali menang dan sekali imbang. Di babak perdelapan final Indonesia sanggup mengalahkan juara bertahan Prancis melalui adu pinalti 3-1 setelah bermain imbang 1-1 di babak normal.

Meski hanya menempati tujuh besar, Indonesia dapat membawa pulang sebuah prestasi yang cukup gemilang, penjaga gawang Reynaldi Saela Hakim didaulat menjadi penjaga gawang terbaik di turnamen yang diselenggarakan di Corinthias, Brasil. Penghargaan tersebut  diraih oleh Reyanldi karena mampu bermain bagus dan hanya kemasukan sebanyak 6 kali dari 7 laga yang ia ikuti selama turnamen tersebut.

Tak sampai disitu, turnamen AQUA Danone Nations Cup juga telah banyak berjasa melahirkan pesepak bola Indonesia seperti Evan Dimas, Muchlis Hadi Ning dan Andik Vermansyah yang saat ini sudah menjadi pemain Timnas Indonesia dan tulang punggung klubnya masing-masing.  

Menurut akun twitter resmi turnamen AQUA Danone Nations Cup 2015, @danonenationcup. Indonesia merupakan tim pertama yang datang ke Maroko. nantinya pada putaran final AQUA Danone Nations Cup 2015, Indonesia berada di grup G tergabung bersama negara Kanada, Rumania dan Tiongkok.

Indonesia pun patut bersyukur, karena tetap dapat mengikutii turnamen AQUA Danone Nations Cup 2015 meski saat ini sedang dibekukan oleh FIFA terkait adanya masalah yang terjadi antara PSSI dan Menpora. Sebab, ajang ini tidak termasuk dalam ajang resmi FIFA.

Mampukah para garuda-garuda muda Indonesia mengulangi prestasi serupa tahun lalu atau justru menjadi juara di turnamen tersebut sekaligus memecahkan rekor tahun 2006 lalu? Nantikan.(@handyfernandy)   

Sumber foto: akun twittter @danonenationcup

Sumber:

http://kisah2.mywapblog.com/daftar-juara-aqua-danone-nations-cup-ind.xhtml

http://sport.detik.com/sepakbola/read/2013/05/30/174029/2260770/76/indonesia-diharapkan-perbaiki-peringkat-di-final-dunia-danone-nation-cup

http://www.goal.com/id-ID/news/1387/nasional/2015/10/08/16128192/tersingkir-dari-piala-presiden-indra-sjafri-latih-tim-ssb

http://indosoccer.id/id/berita/agar-indonesia-tak-kehilangan-talenta-reynaldi-saela-hakim-cs

http://www.goal.com/id-ID/news/1387/nasional/2015/10/08/16128192/tersingkir-dari-piala-presiden-indra-sjafri-latih-tim-ssb

http://sport.detik.com/sepakbola/read/2015/10/19/223941/3048031/76/halo-maroko

http://bola.metrotvnews.com/read/2015/10/08/178332/indra-sjafri-siap-asah-mental-wakil-indonesia-di-aqua-danone-nations-cup-2015

http://fajar.co.id/olahraga-bola/2015/10/21/aqua-danone-nations-cup-2015-di-maroko-garuda-muda-masuk-grup-g.html

www.bola.net/indonesia/bukan-agenda-fifa-indonesia-tetap-kirim-wakil-ke-danone-nations-cup-5d5f05.html

Komentar

Baca Juga