Memberikan Satu Tempat di Timnas bagi Dedy Gusmawan

Memberikan Satu Tempat di Timnas bagi Dedy Gusmawan

Tak banyak pemain asal Indonesia yang bermain di luar negeri. Kalo pun ada, biasanya tak berlangsung lama. Banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut terjadi, salah satunya faktor home sick atau “penyakit” rindu kampung halaman menjadi alasan mengapa banyak pemain Indonesia tak bisa bertahan lama bermain di negara orang. Tak usah jauh-jauh, pemain hebat sekaliber Kurniawan Dwi Yulianto pun mengakui sempat home sick saat berada diperantauan.

Saat ini, tak banyak pemain asal Indonesia yang bermain di luar negeri. Bahkan jumlahnya dapat dihitung dengan jari, sebut saja Dedi Kusnandar, Irfan Bachdim, Stefano Lilipaly, Greg Nwokolo, Victor Igbonefo, Patrich Wanggai, Titus Bonai, Abdul Rahman, Arthur Irawan, Andik Vermansyah, dan Dedy Gusmawan.

Dari sekian banyak nama di atas, tak semuanya merupakan pemain inti di klubnya masing-masing meski berstatus sebagai pemain asing,  jumlah penampilan di tim dapat dikatakan minim. Sebagai contoh, Irfan Bachdim, pemain yang bisa berposisi sebagai penyerang dan gelandang ini hanya mendapatkan jatah bermain sekali oleh klubnya, Consadole Sapporo selama tahun 2016 ini.   

Namun meski begitu, terdapat pula pemain Indonesia yang menjadi andalan di klub masing-masing. Salah satu contohnya adalah Dedy Gusmawan. ia rutin mengisi starting line-up Zeyar Shwe Myay (dibaca zeja se mye).

Mantan pemain Mitra Kukar ini sudah menjalani musim keduanya bersama klub Myanmar tersebut. Pada akhir tahun 2015 lalu, ia berhasil menandatangani kontrak baru selama semusim karena penampilan yang memikat selama setengah musim pertamanya membela klub tersebut.

Adalah Stefan Hansson, nama yang berjasa membawa karir pria kelahiran Tanjung Morawa ini menuju ke klub yang berjuluk White Elephant ini. Di musim pertama, Dedy berhasil membawa Zeyar Shwe Myay menduduki posisi kedelapan klasemen akhir dari 12 klub.

Saat ini Ooredo Myanmar National League 2016 tengah memasuki putaran kedua. Prestasi pria yang identik dengan nomor 27 bersama klubnya ini lumayan mentereng. Menurut data yang diolah dari situs resmi liga, Zeyar Shwe Myay saat ini berhasil menempati urutan lima besar sekaligus menjadi tim yang paling jarang kebobolan nomor tiga dengan 16 gol saja selama 17 kali pertandingan.

Dapat dikatakan, penampilan pemain yang mengawali karir di PSDS Deli Serdang ini cukup ciamik dalam mengawal lini pertahanan Zeyar Shwe Myay selama pertengahan musim. Dedy sendiri mengaku menghabiskan 12 laga awal dengan selalu tampil sebagai starter.

Saking apiknya penampilan pria yang memiliki tinggi badan mencapi 178 cm ini mengaku pernah ditawari oleh petinggi klub Zeyar Shwe Myay yang juga merangkap menjadi pengurus PSSI-nya Myanmar untuk dinaturalisasi. Namun ajakan itu ditolak, lantaran Dedy sendiri sudah pernah membela Tim Nasional (Timnas) Indonesia sebanyak satu kali, tepatnya saat Indonesia berhadapan dengan kamboja pada September 2014 lalu.

“Saya ditawari jadi pemain naturalisasi agar bisa membela Timnas Myanmar. Tetapi, saya sambil senyum menolak halus dan mengatakan kalau saya pernah membela Timnas Indonesia walau sekali” ujar Dedy Gusmawan dikutip dari Juara.

Bila menilik performa ciamik yang ditunjukan selama berlaga di negeri yang identik dengan sarung ini, tak elok rasanya bila Alfred Riedl, pelatih Timnas Indonesia tak memberikan satu tempat dari 23 nama yang bakal diboyong ke ajang AFF 2016 yang jatuh pada bulan November mendatang.

Sumber foto: instagram @dedygus

Komentar

Baca Juga