Kutukan Membaca Bola

Kutukan Membaca Bola

Saya sekarang punya kebiasaan baru. Baca berita sepak bola tidak lagi klik website. Melainkan via Official Account (OA) Line. Malah tidak juga ke OA resmi milik media mainstream seperti goal.com atau panditfootball.com. Lalu apa?

Ini dia. Saya jadi ketagihan pada OA yang simpel. Diantaranya Plesetan Bola, All About Football dan Extra Time. Sekarang malah ada pemain baru, Kolong Bola. Cara cari mereka di Line, pakai tanda @. Misalnya, ketik  di search Line dengan @KolongBola. Lalu add, maka bisalah nikmati info mereka. Bahkan bisa komentar langsung. 

Info mereka update. Seperti saat saya bikin tulisan ini, Jumat 23 Desember 2016. Tiga OA itu lagi bahas kepindahan bintang Chelsea, Oscar ke klub Cina, Shanghai SIPG. Kalau Plesetan Bola gaya tulisannya kocak. Nulis Chelsea, cukup dengan Celsi. All About sedikit serius. Extra Time menggelitik. Katanya, kiblat sepak bola dunia bisa pindah ke Cina. 

Sedangkan Kolong Bola menulis datar seperti layaknya media mainstrem,''...dengan gaji termahal di dunia Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina.'' Tapi OA tersebut hari itu banyak menulis apa itu Boxing Day. Petikan tulisannya bersambung. Meski pendek-pendek, tapi bikin kita paham mengapa Liga Inggris tetap ada pertandingan pada 26 Desember, bukannya liburan Natal dan Tahun Baru.  

Bagi saya, keasyikan baca OA Line itu bagai kutukan. Karena saya semula benci Line. Anak-anak saya tak mau download aplikasi WhatsApp (WA) karena lebih suka Line. Sedangkan hape saya yang kelas terendah android akan jadi berat jika WA dan Line ada. Beruntung, saya menemukan hape android yang harganya nyaris 500 ribu tapi support Line, bahkan Line@. Jadi bisa mantau OA. 

Bahkan kutukan itu,  bikin jatah waktu ke media mainstrem pun kurang. Bukan saja baca koran hanya lihat judul halaman satu dan baca berita lokal di halaman olahraga, media website online bola pun tak terbaca lagi. Walaupun media itu punya Line sendiri. 

Saya jadi kayak anak ABG sekarang. Suka baca yang pendek-pendek, lalu ada video singkatnya per detik. Seterusnya tersenyum sendiri. Jika dirasa perlu baru saya buka tuh panditfootball, bila cuplikan info yang dikutip OA-OA tadi diambil dari sana. Oh ya, Pandit jadi media paling sering dikutip tiga OA tersebut. 

Malah, saya tak perlu cepat menghidupkan Anteve saat Subuh atau Kompas TV di pagi hari hanya untuk saksikan cuplikan gol pertandingan malam. Semua tersedia di OA-OA. Malah bisa saya putar berulang-ulang. 

Hanya ada hal yang agak kurang dari OA-OA. Mereka nulis info bola Indonesia tak sehebat dan seberagam nulis sepak bola mancanegara. ####

 (Penulis Ade Adran Syahlan bermukim di Batam. Dapat dihubungi melalui akun twitternya @adesyahlan. Tulisan ini telah terbit di koran Batam Pos edisi Senin 26 Desember 2016)

http://dutatamasports.com/blog/kutukan-membaca-bola

 

Komentar

Baca Juga