Ketika Mereka Memilih Jalan Lain untuk Bela Negara

Ketika Mereka Memilih Jalan Lain untuk Bela Negara

Sejak PSSI secara sepihak mengeluarkan Force Majeur pada 26 April 2015 lalu, menyebabkan seluruh lapisan kompetisi mulai dari level elite (ISL) sampai level amatir terpaksa berhenti. Hal ini membuat para pelaku sepak bola di Indonesia menganggur sampai batas yang belum ditentukan.

Yang paling terkena dampak dari penghentian kompetisi adalah pemain, sebab banyak dari mereka  menggantungkan roda ekonomi keluarga mereka lewat penghasilan dari lapangan hijau, dimana karena kompetisi terhenti, klub pun tak ada pemasukan dan menyebabkan klub tak dapat membayar gaji pemain.

Konflik yang terjadi antara Menpora dan PSSI terus berlarut-larut, hal ini yang menyebabkan beberapa pemain berinisiatif untuk mencari mata pencaharian lain. Bila kita telusuri di pelbagai media berita online, banyak yang memberitakan pemain sepak bola rubah profesi, diantaranya ada yang menjadi tukang odong-odong, jualan kepiting, buka bisnis store pakaian, dan ada juga yang ikut melebur menjadi pemain tarkam, bahkan dilakukan oleh pemain sekelas Timnas Indonesia yang masih aktif. Hal tersebut “terpaksa” dilakukan agar dapur tetap ngebul.

Ketidakpastian yang terjadi dalam sepak bola nasional, membuat tujuh punggawa Timnas U-23 yang digadang-gadang akan menggantikan Firman Utina CS di masa depan, memutuskan untuk menjadi anggota TNI.

Hal tersebut dikonfirmasi langsung oleh salah satu calon kiper Timnas Indonesia di masa depan yang pernah memperkuat Timnas U-19 dan U23, Ravi Murdianto. Dikutip dari indopos.co.id, ia mengatakan ada tujuh eks pemain Garuda Muda memilih menjadi anggota TNI.

“Yang pemain bola ada 17, tapi yang dari Timnas U-23 beberapanya ada saya, Abduh (M Abduh Lestaluhu), Teguh (Amirudin), Wawan (Febriyanto), Dimas Drajad, Manahati (Lestussen), (Ahmad) Nufiandani,” ujarnya.

Mantan Pemain Perserang dan juga Mitra Kukar ini mengatakan, dirinya akan menjalani pendidikan sebagai anggota TINI selama lima bulan ke depan. Hal tersebut membuat ia tak bisa memperkuat tim pra PON Banten.

Pertanyaan pun muncul, dapatkah Ravi CS yang kini sudah resmi menjadi anggota TNI nantinya dapat tetap membela Timnas Indonesia atau bermain di klub profesional bila ada kesempatan?

Jawabannya adalah bisa. Hal ini dapat kita lihat dari beberapa contoh pemain dan juga pelatih sepak bola di Indonesia yang juga merupakan anggota militer aktif namun tetap bisa memperkuat klub dan memiliki kesempatan untuk membela panji-panji sang garuda. Adapun beberapa contoh pemain dan pelatih yang juga memiliki karir sebagai anggota TNI:

Pertama adalah Handi Ramadhan, pemain yang berposisi sebagai bek dan juga kapten Timnas Indonesia era pelatih Nil Maizar sejatinya adalah seorang prajurit TNI. Ia sendiri bertugas di bagian Dinas Administrasi Personel Mabes TNI AU Cilangkap, Jakarta Timur.

Kedua adalah Agung Suprianto. Pemain kelahiran Jepara, 14 Juni 1992 ini justru berkarir sebagai tentara sebelum akhirnya bermain sepak bola dengan memperkuat tim PPSM Kartika Nusantara Magelang (PPSM KN). Menurut berita yang ditulis liputan6.com, pangkatnya saat ini adalah Sersan Dua.

Ketiga adalah coach Rahmad Darmawan. Banyak yang belum tahu bahwa pelatih segudang prestasi merupakan militer aktif dan bagian dari TNI angkatan Laut, bahkan ia pernah memperkuat PS ABRI ditahun 90-an.

Melihat ketiga contoh diatas, dipastikan bahwa ketujuh putra terbaik Indonesia saat ini dapat tetap ikut meramaikan kancah sepak bola tanah air tanpa harus meninggalkan karir militernya. Mungkin untuk sementara, biarlah mereka fokus di dunia kemiliteran, toh sama-sama bela bangsa juga kan?.

Sumber gambar: dream.co.id

Sumber:

http://www.indopos.co.id/2015/09/horee-tujuh-mantan-pemain-timnas-u-23-ini-akhirnya-lulus-tes-tni-loh.html

http://bola.liputan6.com/read/2163089/karier-saya-di-tentara-sepak-bola-hanya-hobi

http://www.seputartimnas.com/2013/01/wujud-bela-negara-anggota-tni-juga-ikut.html

Komentar

Baca Juga