Kemenpora Prihatin Soal Harga Tiket Timnas yang Melambung Tinggi

Kemenpora Prihatin Soal Harga Tiket Timnas yang Melambung Tinggi

Harga tiket pertandingan antara tuan rumah Indonesia melawan Vietnam dalam leg pertama ajang Piala AFF 2016 banyak dikeluhkan oleh masyarakat. Bahkan Kemenpora sendiri dalam tiga hari belakangan mendapatkan keluhan yang cukup banyak terkait hal tersebut.

Penjualan tiket manual di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Jumat (2/12/2016) misalnya. Hanya butuh dua jam saja sebanyak 10.000 tiket habis terjual. Padahal, sebagaimana yang diketahui bersama, banyak juga yang datang ke lokasi tetapi tidak mendapatkan satu tiket pun. Diduga ada permainan antara panitia dengan calo tiket.

Melihat hal tersebut, Kemenpora melalui surat No. 1268/D.IV/XII/2016 tertanggal 2 Desember 2016 perihal “Sikap Keprihatinan Kemenpora Terhadap Layanan Tiket Pertandingan Sepakbola Semifinal AFF” kepada ketua PSSI. Adapun isi surat tersebut seperti berikut:

  1. Mendesak PSSI untuk memperkecil peluang berkembangnya transaksi penjualan tiket yang sebagian di antaranya jatuh pada tangan calo-calo. Di banyak sektor jasa layanan masyarakat, hal tersebut bisa diatasi, dan demikian halnya yang harus dilakukan oleh PSSI.
  2. Mendesak PSSI untuk menindak tegas oknum-oknum PSSI ataupun pihak-pihak tertentu yang diduga memungkinkan bergerak leluasanya sistem percaloan tiket.
  3. Mendesak PSSI untuk tidak membiarkan buruknya pola penjualan tiket seperti itu, meskipun harus berkoordinasi dengan pihak lain baik internasional  maupun mitra lokal.
  4. Mendesak PSSI untuk memastikan bahwa jumlah tiket yang dijual / disediakan adalah sesuai dengan kapasitas stadion tempat akan berlangsungnya pertandingan.
  5. Mendesak PSSI untuk meminta pertanggungan-jawab pihak Kiostik yang secara teknis bertanggung-jawab dalam mekanisme penjualan tiket tersebut di Indonesia.
  6. Menyadari bahwa sistem penjualannya secara online, PSSI harus mampu memastikan, bahwa kapasitas bandwidth yang tersedia pada saat hari-hari penjualan harus dilipatkan secara memadai dengan tujuan untuk menjamin konektivitas internet berfungsi secara optimal.
  7. Mengingat bahwa pertandingan semi-final AFF pada tanggal 3 Desember 2016 merupakan tonggak awal pertandingan internasional pertama sistem home bagi Pengurus PSSI yang baru, maka Pimpinan PSSI dituntut untuk menunjukkan citra positif baik bagi aspek tata kelola pertandingan, keamanan, ticketing, perlindungan bagi tamu dari Vietnam dan AFF dalam konteks reformasi tata kelola sepakbola Indonedia yang lebih baik dan konstruktif.

Komentar

Baca Juga