Kekalahan Perdana Persikad, Coach IJ: “Kalah karena Kesalahan Sendiri bukan karena Kebagusan Lawan”

Kekalahan Perdana Persikad, Coach IJ: “Kalah karena Kesalahan Sendiri bukan karena Kebagusan Lawan”

Setelah behasil meraih hasil positif pada dua laga awal, akhirnya tim kebanggaan warga Depok harus merasakan kekalahan pertamanya dari Perserang Kab. Serang dengan skor 3-5 pada lanjutan Liga 2 di Stadion Krakatau Steel, Cilegon (6/5). Lebih menyakitkannya lagi, catatan kebobolan yang masih bersih –didukung oleh penampilan impresif pemain- justru tiba-tiba harus menjadi bulan-bulanan pemain lawan. Tidak tanggung-tanggung, lima gol bersarang di gawang Persikad pada pertandingan yang sempat diwarnai dengan keributan kecil serta kelalaian-kelalaian perangkat pertandingan. Ada apakah gerangan, Persikad? Berikut paparan Konferensi Pers pasca pertandingan.

 

Sambutan pelatih Isman Jasulmei

“Selamat buat Perserang ya bisa meraih poin penuh melawan Persikad. Tapi yang pasti kita harus evaluasi bahwa semua gol–gol dari Perserang itu adalah kesalahan elementer dari pemain-pemain Persikad sendiri. Itu yang harus kita minimalisasikan untuk pertandingan berikutnya. Yang pasti pertandingan itu tadi, kembali (menunjukkan) kalau Persikad selalu bermain dengan open play, attacking play. Jadi kita selalu tidak mau bertahan, kita open play. Tapi kembali, kendala kita memang dengan situasi yang minim stamina kita terkuras di tiga pertandingan ini, sangat terkuras. Apalagi kita tidak ada home. Tapi itu bukan alasan buat kita, yang pasti kekalahan tadi adalah evaluasi buat kita bahwa sebenarnya kekalahan (karena) kesalahan kita sendiri, bukan karena kebagusan lawan. Itu aja yang harus kita evaluasi, makanya tinggal di dua pertandingan ke depan ini sebelum libur puasa kita evaluasi lagi bagaimana pemain tidak panik dalam (menghadapi) tekanan, itu aja kuncinya.”

 

Kebobolan Lima Gol Sekaligus

“Yang pasti, kembali, tim ini tidak dipersiapkan dengan matang terutama secara stamina. Apalagi kita harus pulang pergi terus, pulang pergi terus. Tapi itu bukan menjadi satu alasan. Kembali, memang kalau fisik kita menurun pasti konsentrasi menurun. Apalagi Perserang bermain dengan menekan (pressing) kita, jadi kita sama-sama menekan. Tetapi, ya itu kembali, pemain kita konsentrasinya sudah menurun karena tadi faktor kelelahan itu. Karena kita tidak dipersiapkan dengan matang, itu saja.”

 

Pemain Perserang lebih Determinatif

“Itu betul, memang (karena) kita dipersiapkan hanya beberapa hari. Sebenarnya tim yang saya bina dari bulan Februari itu sudah bubar, kembali, akhirnya begitu masa akuisisi (kepemilikan klub) ternyata hanya berapa hari (tersisa bagi) kita (untuk) menambah pemain. Persiapan kita sangat minim, tetapi kembali, itu bukan alasan ya. Kembali, Saya salut dengan Perserang dia berani bermain open play kita juga dengan open play. Kembali, gol-gol banyak (dikarenakan) blunder dari pemain kita sendiri terutama gol keempat dan gol kelima itu blunder pemain kita sendiri.”

 

Evaluasi Menyongsong Laga Tandang ke Karawang

Ya, bagaimana kita maintenance aja. Kita gak bisa buat apa-apa lagi hanya (dalam) seminggu ini. Kita maintenance dan bagaimana (caranya) motivasi pemain terus kita jaga untuk dua pertandingan sisa, karena kita tidak ada waktu lagi untuk membuat latihan untuk meningkatkan kondisi fisik. Terpenting, bagaimana maintenance fisik itu dan maintenance kondisi mood-nya (kondisi emosional) pemain (agar) tetap antusias, fighting spirit-nya (daya juang, red) itu yang harus kita jaga. Sebenarnya pemain kan fighting spirit-nya tiga pertandingan ini sudah lumayan, tetapi kembali kalau fisik sudah menurun (maka) konsentrasi buyar, apalagi kita dalam tekanan terus.

 

Oleh: Fakhri Aziz Humaidi (@otongbinjali)

Komentar

Baca Juga