Jangan Sampai Hansamu Menjadi Kambing Hitam

Jangan Sampai Hansamu Menjadi Kambing Hitam

Kabar kurang mengenakkan datang dari timnas Indonesia hanya sesaat sebelum gelaran Piala AFF 2016 bergulir. Penyerang andalan Indonesia, Irfan Bachdim, dipastikan tidak akan ikut serta dalam turnamen antarnegara-negara Asia Tenggara itu. Seperti diwartakan Superball.id, Irfan terpaksa tidak ikut karena cedera yang didapatnya saat menjalani sesi latihan pagi di Lapangan Sekolah Pelita Harapan (SPH), Karawaci, Tangerang, pada Selasa (15/11/2016).

Cedera itu didapat Irfan dari tekel rekan setimnya, Hansamu Yama. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya keretakan di bagian fibula atau engkel kaki kirinya. Pemain yang juga membela Consadole Sapporo itu pun harus menepi dua bulan. Jelas ini adalah sebuah kerugian besar bagi Indonesia mengingat penampilan impresifnya di pertandingan-pertandingan uji coba yang sebelumnya dijalani. Tercatat, tiga gol dicetaknya dari tiga penampilan saat menghadapi Malaysia dan dua kali menghadapi Vietnam.

Hansamu pun banyak menerima cercaan dari publik karena tindakannya yang mencederai Irfan itu. Seperti dapat dilihat di media sosial Twitter, banyak cuitan bersisi cercaan-cercaan yang disampaikan netizen kepadanya. Coba saja iseng ketik nama akun hanzamuyama di kolom pencarian, berbagai cercaan pun bisa dilihat.

Sebenarnya cukup banyak juga yang berkomentar positif dan mencoba berprasangka baik pada Hansamu, apalagi Hansamu sendiri sudah menyampaikan permohonan maafnya dan mengungkapkan bahwa apa yang dilakukannya tidak sengaja. Irfan pun mengatakan itu tidak apa-apa. Meski demikian, itu tidak menghentikan apa yang namanya cercaan tetap berdatangan.

Cercaan yang berdatangan itu tentu buruk bagi Hansamu yang kini sedang menjalani persiapan akhir sebelum berlaga di Piala AFF. Ini bisa menganggu fokusnya. Lebih dari itu, dalam pandangan penulis Hansamu bisa jadi tidak hanya dicerca saat ini saja sebelum Piala AFF dimulai, namun juga setelahnya, terutama jika Indonesia tampil tidak sesuai seperti yang diharapkan.

Jika nantinya Indonesia gagal meraih juara (apalagi jika ditambah dengan penampilan yang tidak memuaskan), yang lebih buruk lagi maka Hansamu bisa dijadikan kambing hitam. Bisa jadi nantinya publik pun mulai berkhayal bagaimana seandainya Irfan ada. Memang tidak ada jaminan juga Indonesia seratus persen akan lebih bagus jika ada Irfan. Tapi kembali ke apa yang telah disebut seblumnya bahwa absennya Irfan adalah kehilangan besar bagi Indonesia dan itu bisa jadi faktor pembeda.

Menjadi kambing hitam dan dianggap sebagai biang kegagalan tim jelas hal yang buruk bagi pemain. Masih ingat dengan eksekusi 'Penalti Dansa' Simone Zaza dalam pertandingan antara Italia kontra Jerman di Piala Eropa 2016?. Zaza yang saat itu dicerca dan dikambinghitamkan mengaku kegagalan mengeksekusi penalti yang berujung tersingkirnya Italia akan menghantuinya seumur hidupnya.

Dikambinghitamkan bisa dikatakan sebagai bentuk lebih lanjut dari dicerca.

Jauh sebelum Zaza dan penalti dansanya menjadi sorotan, pada Piala Dunia 1998 David Beckham dicerca usai dikartu merah atas pelanggarannya atas Diego Simeone. Bukan hanya dari masyarakat Inggris, media massa negeri Ratu Elizabeth pun ikut-ikutan menyerang Beckham. Hal itu dianggap sebagai biang dari tersingkirnya Inggris. Namun beberapa tahun kemudian, ia dipuja berkat gol tendangan bebas pamungkasnya ke gawang Yunani pada penghujung pertandingan di Kualifikasi Piala Dunia 2002.

Bagi Hansamu, kisah Beckham bisa menjadi contoh bahwa selama masih memiliki kesempatan tampil, seorang pemain juga memiliki kesempatan untuk membayar lunas setiap kesalahannya. Situasi yang dihadapi Hansamu saat ini tentu tidak lebih rumit dibandingkan Beckham yang sudah menjadi kambing hitam dalam cerita di atas. Turnamen belum dimulai, Indonesia belum gagal, dan Hansamu belum dinobatkan sebagai kambing hitam. Hansamu memiliki kesempatan luas untuk membayar lunas kesalahannya dengan tampil sebaik mungkin di Piala AFF.

Semoga saja apa yang dikhawatirkan penulis tidak terjadi. Semoga Indonesia dan Hansamu mampu berbicara banyak di Piala AFF, tetap tampil bagus meski tanpa Irfan, Ferinando Pahabol pun yang dipercaya sebagai pengganti Irfan bisa membuktikan bahwa dirinya tidak kalah secara kualitas dengan seniornya itu. Dengan demikian tidak ada perlu ada yang menjadi kambing hitam. Ya, semoga saja.

Ditulis oleh Aulli Reza Atmam

Sumber foto: bola.com
 

Komentar