Isman Jasulmei: Persikad Masih Minim Regenerasi

Isman Jasulmei: Persikad Masih Minim Regenerasi

Mantan pelatih Persikad Depok, Isman Jasulmei kembali reuni dengan Persikad. Namun kedatangan kali ini bukan untuk melatih, tetapi untuk beruji coba. Dengan membawa serta 22 pasukannya yang tergabung dalam Jagorawi FC, Isman kembali menginjakan kaki di Kota Depok.

Jagorawi FC sendiri menurutnya dibentuk berawal dari keresahannya terhadap sepakbola Indonesia yang kian hari, kian terpuruk. Kuncinya satu, karena sebagian besar karena tekanan manajer yang selalu menginginkan juara, sehingga agar pelatih bermain aman, sering kali menggunakan pemain yang lebih berpengalaman ketimbang menggunakan pemain muda atau istilah bekennya adalah regenerasi.

“Coba sekarang liat Persikad deh, kesulitan cari pemain karena regenerasinya gak ada. Tapi itu saya tidak menyalahkan teman-teman pelatih, mungkin itu tekanan dari manajer yang menginginkan selalu juara, jadi pelatih-pelatih kita gak mau mengambil resiko” ujarnya.

Meski Persikad ketika ditukangi oleh Isman tidak mampu berprestasi lebih, namun di era kepelatihan beliau, Persikad mampu tampil cukup spartan dengan memberikan banyak kesempatan bagi pemain muda untuk menunjukan aksinya. Nama besar pesepakbola nasional seperti Ricky Akbar Ohorela dan M. Robby adalah hasil buah tangan pelatih yang memiliki ciri khas berkepala plontos tersebut.

“Karena filosofi saya, Insya Alloh berbeda dengan yang lain, yakni memajukan sepakbola dengan regenerasi pemain . Mungkin kamu tahu kalo tahun 2006 (saat melatih Persikad) saya bawa Ricky Akbar Ohorella yang saat itu berusia 16 tahun menjadi starting line up, termauk juga M Roby. Jadi kita harus mengubah mindset (pola pikir) kalau sepakbola kita ini sudah ketinggalan kereta” ungkap Isman.

Isman pun berharap kepada manajemen Persikad untuk segera mereformasi perihal pembinaan pemain muda di Persikad. Karena bila tidak dilakukan, tim akan ters terusan kesulitan mencari pemain di masa depan.

“Saya liat sekilas Persikad minim regenerasi. Tapi hari ini saya lihat banyak pemain mudanya ini harus terus dilakukan, karena persikad setahu saya Guntur dari jaman saya melatih hingga kini masih ada, itu kan harusnya udah gak boleh, harus regenerasi.” Terangnya.

Komentar

Baca Juga