Inilah Wonderkid ISC A yang berpotensi tampil mengejutkan musim depan

Inilah Wonderkid ISC A yang berpotensi tampil mengejutkan musim depan

Turnamen Indonesian Soccer Championship (ISC) A tak lama lagi akan berakhir. Sepanjang turnamen berlangsung, banyak sekali 'cerita-cerita' yang muncul. Dari pengelolaan jadwal yang amburadul, wasit sebagai pengadil bekerja tidak maksimal, sampai masih dilaksanakannya turnamen walaupun pada saat timnas bertanding, dan ini yang menjadi sangat janggal.

Namun dari beberapa permasalahan yang ada, hal menarik dan positif bermunculan. Salah satunya kepercayaan klub untuk memberikan kesempatan bermain bagi para pemain mudanya, bahkan di bawah umur 20 tahun. Tentu ini menjadi hal yang positif dalam pembinaan pemain muda di Indonesia. Pemain akan senang dan gembira ketika mendapat kepercayaan pelatih untuk bermain, walaupun hanya 1 menit pun. Sekaligus juga menambah jam terbang, sehingga pemain-pemain muda dapat merasakan atmosfer pertandingan yang sesungguhnya.

Dari banyaknya pemain muda yang bermunculan, seringkali membuat kagum penikmat sepak bola Indonesia. Ingat nama Yanto Basna? Yang membuat kejutan setelah menjadi pemain terbaik di salah satu turnamen sebelum ISC A, yaitu Piala Jendral Sudirman. Selanjutnya masih banyak pemain-pemain yang bermunculan karena turnamen ISC A ini.

Saya merangkum beberapa nama yang mungkin asing di telinga kalian, namun percayalah, mereka akan menjadi kejutan di musim yang akan datang nanti. Mereka adalah:

 

Syaiful (PSM Makassar, Kiper, 21 tahun)

Kiper muda ini sukses mendepak kiper senior sekelas Deni Marcel dan Dimas Galih dari posisi utama. Syaiful dipercaya pelatih karena ketenangan dan kesigapannya dalam menghalau serangan lawan. Syaiful pantas ditunggu penampilannya musim depan.

 

Muhammad Rifqi (Persegres, Bek tengah, 23 tahun)

Salah satu bek muda yang selalu dipercaya menjadi starter. Namun nama Muhammad Rifqi tidak pernah diperhitungkan, padahal kemampuannya sebagai bek patut diacungi jempol. Tak sabar bagaimana ia bermain musim depan.

 

Reva Adi Utama (PSM Makassar, Bek kiri, 19 tahun)

Pemain ini sebenarnya baru dipromosikan ke tim senior dari tim U-21 sebelum putaran kedua ISC A dimulai. Namun, Reva menjawab kepercayaan pelatih dengan sangat baik. Reva selalu bermain dengan ketenangan tinggi. Akurasi passing dan tekelnya pun harus diperhitungkan. Reva adalah bek kiri terbaik masa depan.

 

Detius Muni (Perseru Serui, Bek kanan, 22 tahun)

Detius menjadi nama yang sama sekali tidak diperhitungkan. Terlepas dari itu, Detius adalah bek kanan yang pekerja keras dan cerdik. Bukan tidak mungkin Detius mendapat selalu mendapat kepercayaan pelatih dan menunjukkan kemampuan terbaiknya. Lihat statistik di bawah ini, menarik bukan?

 

Muhammad Tahir (Persipura Jayapura, Gelandang bertahan, 22 tahun)

Nama yang sudah tak asing lagi di telinga kalian. Tahir belakangan ini selalu menjadi pilihan utama. Sosok Tahir menjadi motivator serangan sekaligus sebagai tembok pertama dalam menghalau serangan lawan. Tahir menjadi solusi Persipura setelah kehilangan Gerard Pangkali, juga Lim Jun Sik yang memutuskan hengkang. Tahir patut ditunggu penampilannya musim depan.

 

Febri Hariyadi (Persib Bandung, Gelandang, 20 tahun)

Febri mulai mencuri perhatian ketika mendapat menit bermain pada turnamen-turnamen sebelum ISC A. Setelah itu, namanya terus melejit sebagai gelandang kreatif yang dimiliki Persib. Kecepatannya menjadi senjata mematikan bagi pertahanan lawan. Febri juga harus ditunggu penampilannya.

Ditulis oleh Muhammad Fakhruzzahid. Penikmat sepak bola sejati dan juga SKS per SKS Prodi Pd. Bahasa dan Sastra Indonesia UNSIKA'16. Dari kampung sekitaran Batujaya, Karawang. Twitter @fakhruzzahid, instagram @fakhruzzahid98, facebook @fkhrzzhd.

Komentar

Baca Juga