Inilah Persamaan Djohar Arifin Husin dengan Kurniawan Dwi Yulianto

Inilah Persamaan Djohar Arifin Husin dengan Kurniawan Dwi Yulianto

Kejutan terjadi pada bursa pencalonan Ketua Umum PSSI periode 2016-2020. Nama pesepakbola legenda, Kurniawan Dwi Yulianto masuk sebagai salah satu kandidat. Si kurus—panggilan akrab Kurniawan, mendaftartar diri kepada Sekretariat Komite Pemilihan PSSI di Kantor DPP Pepabri, Jakarta, Senin 5 September 2016 atau tepat pada batas akhir penutupan pencalonan.

Kurniawan sendiri secara otomatis menjadi bakal calon termuda untuk posisi Ketua Umum PSSI karena usianya baru memasuki 40 tahun pada bulan Juli lalu. Selain itu, ia menjadi pembeda dimana bakal calon lainnya merupakan berlatar belakang militer dan pengusaha.

Bila menilik latar belakang yang dimiliki oleh Kurniawan, sekilas bisa kita sandingkan dengan Djohar Arifin Husin, Ketua Umum PSSI periode 2011-2015 tersebut, ada beberapa persamaan yang dimiliki keduanya. Berikut persamaan antara Djohar Arifin Husin dengan Kurniawan Dwi Yulianto, tentunya selain sama-sama seorang pria. 

Sama-sama Didukung Satu Klub

Pada Kongres Luar Biasa (KLB) di Solo tahun 2011 lalu, Djohar Arifin hanya didukung satu klub, yakni PS Madina Medan Jaya. Namun akhirnya ia didukung semua pihak dengan terpilih sebagai Ketua Umum PSSI dengan 61 suara.

Apa yang terjadi dengan Djohar juga serupa dengan Kurniawan. Kurus hanya didukung oleh satu klub pemilik suara PSSI, yakni PS Kwarta. Uniknya baik  PS Madina Medan Jaya maupun PS Kwarta merupakan klub asal Medan. Semoga pada endingnya, Kurniawan didukung oleh semua pihak dan terpilih pada KLB di Makassar pada 17 Oktober 2016 mendatang.

Sama-sama Mantan Pesepakbola

Banyak yang tidak mengetahui bahwa Djohar Arifin Husein menghabiskan separuh hidupnya untuk sepakbola, bahkan sebelum akhirnya sempat menjadi wasit dan inspektur pertandingan, ia sempat menjadi pesepakbola profesional.

Kurniawan Dwi Yulianto sendiri kita kenal sebagai salah satu legenda hidup sepakbola tanah air.  Bahkan pernah digadang-gadang sebagai generasi emas sepak bola Indonesia karena sempat merumput di Eropa saat masih muda.

Sama-sama Bermain bagi PSMS Medan

Persamaan unik lainnya antara Djohar Arifin Husin dengan Kurniawan Dwi Yulianto adalah keduanya sempat bermain di PSMS Medan. Djohar sempat merumput di Stadion Kebun Bunga medio 1973 hingga 1976. Sedangkan Kurniawan sendiri sempat bermain bagi tim berjuluk Ayam Kinantan semusim, tepatnya pada musim 2010-2011.

Sama-sama Bersaing dengan Erwin Aksa

Erwin Aksa yang juga mendaftar diri menjadi calon Ketua Umum PSSI periode 2016-2020, ternyata pada periode sebelumnya juga pernah mendaftarkan diri. Dengan demikian, baik Djohar Arifin Husin ataupun Kurniawan Dwi Yulianto turut bersaing dengan pemilik Bosowa Corporation.

Sebelumnya, Djohar berhasil menumbangkan Erwin. Apakah Kurniawan bisa melakukan hal serupa? Tentunya hal ini masih belum bisa dipastikan lantaran kongres masih lama.

Adanya Kelompok Besar

Tak dapat dipungkiri persamaan terakhir adalah adanya kelompok dalam jumlah besar mendukung salah satu calon kandidat. Jika pada KLB sebelumnya ada Kelompok 78, pada KLB mendatang dipastikan ada Kelompok 85.

Baik Kelompok 78 maupun 85 sama-sama mendukung Militer. Bila Kelompok 78 mendukung Jenderal TNI (Purn.) George Toisutta, sedangkan Kelompok 85 mendukung Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi.

Sayangnya, dengan basis dukunga yang besar, George Toisutta gagal menjadi pemimpin di PSSI lantaran terganjal aturan FIFA. Kelompok 78 pun mengalihkan dukungan kedapa Djohar. Yang jadi pertanyaan, apakah Kelompok 87 mau mengubah arah dukungan mereka kepada Kurniawan? Biar waktu yang menjawab.   

Sumber foto: metrotvnews.com

Komentar

Baca Juga