Ini Daftar Janji Moeldoko Jika Terpilih Jadi Ketua Umum PSSI

Ini Daftar Janji Moeldoko Jika Terpilih Jadi Ketua Umum PSSI

Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI semakin dekat. Salah satu calon Ketua Umum PSSI, Jenderal (Purn) Moeldoko tebar janji. Jika kelak terpilih menjadi orang nomor satu di PSSI, ia akan melakukan banyak perubahan besar.

Langkah pertama yang dilakukan oleh lulusan terbaik Akabri tahun 1981 ini adalah mengharamkan politik masuk di tubuh PSSI. Seperti yang kita ketahui bersama, di Indonesia banyak sekali pengurus PSSI yang merangkap jabatan sebagai anggota dewan, pejabat publik, pegawai negeri sipil (PNS), dan militer aktif.

Padahal menurut Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 800/148/sj 2012, telah jelas melarang hal tersebut terjadi. Namun nyatanya, fenomena ini masih ada.  Untuk itulah pria kelahiran Kediri ini secara tegas akan menghilangkan budaya tersebut dengan harapan pengurus dapat fokus bekerja, terutama PSSI daerah, baik ditingkat Asprov maupun Askot.

"Pejabat yang mendominasi di PSSI perlu diluruskan. Tidak boleh serabutan dalam mengelola PSSI, tidak bisa merangkap jabatan agar bisa konsentrasi penuh saat berada di federasi," tandas Moeldoko dilansir dari Indosport.

Langkah kedua yang akan dilakukan oleh Moeldoko adalah menjembatani antara PSSI dengan pemerintah yang selama ini dikenal disharmoni. Hal ini dilakukan agar PSSI dapat terbuka dan berjalan berdampingan karena memiliki satu tujuan, yakni kemajuan dalam bidang sepak bola dan menjadikan PSSI sebagai organisasi terbaik di Asia. Selain itu mantan pengurus PS TNI AD ini mengaku didukung oleh istana untuk maju sebagai calon Ketua Umum PSSI.

“PSSI dan pemerintah harus ada strategyst partnership antar keduanya karena dari situlah awal dari sebuah prestasi dimulai" tegas Moeldoko dikutip dari Merahputih.

Langkah ketiga yang dilakukan oleh mantan Panglima TNI ini adalah soal manajemen. Selama ini PSSI selalu saja tertutup terkait soal akuntabilitas dan transparansi. Bahkan berkali-kali menolak untuk diaudit—hal ini menjadi salah satu alasan mengapa Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi membekukan keanggotaan PSSI. Hal ini menjadi concern Moeldoko untuk membenahi coorpote culture di PSSI sama halnya seperti saat ia masih menjabat sebagai Panglima TNI 2013-2015 lalu.

"Tidak ada lagi istilah mengatur skor, harus dihilangkan menurut saya itu racun. Transparansi itu harus tidak ada lagi mencari keuntungan dari itu. Berikutnya akuntabilitas serta tidak boleh ada hubungan dengan politik.” Papar Moeldoko dinukil dari Tribunnews.

Terakhir, langkah keempat yang akan dilakukan oleh pria yang memperoleh gelar doktor Program Pascasarjana Ilmu Administrasi FISIP Universitas Indonesia ini adalah pembinaan pemain muda dari desa-desa. Dengan menghidupkan kembali kompetisi antar pemain muda akan memaksimalkan kemampuan mereka dan menjadi kunci untuk membentuk tim nasional yang pada akhirnya bermuara prestasi sedari dini.

“Pasti saya lakukan perubahan, akan gali semaksimal mungkin potensi. Anak-anak kita harus digali terus dari desa, kecamatan, harus digiatkan lagi kompetisi (usia muda)-nya,” ujar Moeldoko dikutp dari Kabarbola.

Sumber foto: kompas.com

Komentar

Baca Juga