Febriansyah Ramadhan, Eks Timnas Pelajar U-18 Andalan Persikad Depok

Febriansyah Ramadhan, Eks Timnas Pelajar U-18 Andalan Persikad Depok

Persikad Depok pada ajang Indonesia Soccer Championship (ISC) B 2016 ini banyak dihuni oleh pemain muda bertalenta. Salah satunya adalah Febriansyah Ramadhan. Pemain yang baru menginjak usia 20 sudah dipercaya sebagai striker di klub yang berkandang di Stadion Merpati, Depok.

Nama Febri—panggilan akrab Febriansyah Ramadhan—sendiri masih asing di telinga para pecinta sepak bola, khususnya di Depok. Padahal, pemain bernomor punggung 44 ini merupakan putra asli Depok. Hal ini mungkin karena sebagian besar karir sepakbolanya dihabiskan di luar daerah.

Febri mengawali karir di sekolah sepak bola (SSB) Gelora Muda di Sawangan. Menginjak usia ke-13 ia pindah ke SSB Binpor Tangerang. Dari situ ia melebarkan sayapnya di PLPP Padang dan menjadi salah satu pemain berbakat disana.

“Pelatih yang paling berkesan adalah Heri Syarif, pelatih PLPP Padang. Dia melatih saya dari saya gak bisa ngapa-ngapain sampe saat sekrang, dia yang mendidik, dia yang mengarahkan kepada sepak bola yang benar. Dia orangnya disiplin.” Ujar Febri.

Sebelum di kontrak profesional dengan Persikad, Febri sempat terpilih sebagai anggota Timnas Indonesia Pelajar U-18 tahun 2014 dimana semenjak saat itulah namanya terus berkibar dan harum di Sumatera Barat.

“Setelah mengikuti Timnas, ikut Divisi 3 Pariaman dan Divisi 2 Jambi Merangin, setelah itu balik ke Depok, main di Persikad.” Ungkapnya.

Setelah era M. Robi dan Syamsir Alam, ternyata Depok kembali menyumbang satu nama ke Timnas Indonesia, Febri menjadi salah satu andalan di skuat asuhan Maman Suryaman. Dalam ajang kejuaran sepak bola antar pelajar U-18 se-Asia atau Asian Schools Football (ASF) U-18 tahun 2014 lalu, pria kelahiran Depok, 4 Februari 1996 ini berhasil membawa Timnas Indonesia U-18 peringkat ketiga.

Dalam ajang ASF U-18 tahun 2014 lalu, Indonesia bermain luar biasa meski tidak juara. Bergabung di grup B, Febri dkk tergabung bersama Thailand, Brunei Darussalam, dan Hong Kong. Indonesia sendiri statusnya adalah tuan rumah dengan Stadion Manahan dan Stadion Sriwedari dijadikan venue.

Dalam perjalanannya Indonesia tampil spartan. Laga perdana mereka mengalahkan Brunei Darussalam 2-0, kemudian membantai Hong Kong 5 gol tanpa balas. Sempat kalah melawan Thailand dengan adu pinalti 7-6 setelah imbang 2-2. Meski demikian Indonesia berhasil lolos ke semifinal.

Di semifinal, Indonesia bertemu lawan berat, yakni Korea Selatan. Seperti yang diprediksikan, dalam pertandingan tersebut Indonesia kalah 1-0. Untunglah perjalanan Timnas Indonesia U-18 mampu meraih peringkat ketiga setelah menang 2-1 atas Tiongkok.

“Pas Indonesia lawan Tiongkok. Waktu itu saya mencetak gol dan membawa Indonesia peringkat ketiga di Piala Pelajar Asia U-18 tahun 2014 lalu.” kenang Febri.

Dari 10 kali kesempatan yang diberikan coach Meiyadi Rakasiwi,Pemain yang ngefans berat dengan Steven Gerrard ini memang belum mampu mencetak gol bagi Persikad. Namun meski begitu, kontribusi nyata tetap ia berikan. Tak heran di pertengahan musim lalu, manajemen Persikad memecat 9 pemain, namun Febri tetap dipertahankan.

Febri sendiri mengaku ingin bertahan lebih lama di Persikad. Ia pun memberi masukan kepada pelatih agar lebih disiplin dalam latihan.

“Untuk pelatih, lebih bagus lagi memberikan materi latihan dan jangan sembarangan ngasih materi yang gak seimbang dengan asupan dan istirahat” tutup Febri.

((Wawancara dilakukan di toko Garudas Apparel yang beralamat di Jln. Talas No.139, Kel. Beji, Depok, Jawa Barat 16421. Garudas Apparel menyediakan berbagai macam jersey dan pernak-pernik suporter. Follow akun Instagram dan twitternya di@GarudasApparel)) 

Komentar

Baca Juga