Danone Cup dan Gothia Cup yang Menggelitik PSSI Pusat

 Danone Cup dan Gothia Cup yang Menggelitik PSSI Pusat

Ada tiga hal unik yang saya dapat sepekan ini. Ketiganya terkait sepak bola usia muda: Danone Cup, Gothia Cup, Suratin Cup eh Piala Suratin. 

Saya awali Piala Suratin. Saya tersenyum geli, saat baca berita ada sebuah klub di Batam mengumumkan seleksi pemain U-16 untuk persiapan Piala Suratin.  Betapa tak geli, klub-klub yang jelas peserta Piala Suratin saja karena terdaftar di PSSI Pusat, tak ada mempersiapkan diri. Tahulah sebabnya kan, karena PSSI Pusat dibekukan. Nah, klub yang mau  seleksi tadi saja belum terdaftar  sebagai klub seminimalnya peserta Liga Nusantara di PSSI Kepri.

Yang Danone lain lagi kisahnya. Ada sebuah Sekolah Sepak Bola (SSB) di Batam yang berlokasi di Tiban, SSB Duta Tama batal ikut Danone Cup karena orang tua khawatir anaknya jauh bertanding. Tapi bertanding di lokasi tempat mereka latihan, lapangan Tiban Berlian, oke. Nah, ujicobalah dengan SD Ulil Albab calon peserta Danone, menang adu penalti. Sayang, tetap  tak bisa ikut, bukan hanya karena alasan ortu tadi melainkan juga anak kelahiran 2004-2005 hanya 6 orang.
    
Gothia Cup yang disebut-sebut pesta sepak bola anak-anak se-dunia yang melibatkan tiga usia yakni U-12, U-14 dan U-16 akan hadir juga di Batam dan Kepri. Saya apresiasi untuk itu. Tapi khawatir nanti tujuan akhirnya. Tak seperti Danone yang dikoordinir Aqua Danone sekaligus memberangkatkan timnya, yang ini ada beberapa organisasi. Nah, saya khawatir pemenangnya baik juara Batam atau Indonesia dalam hal mencari sponsor. Karena dari hitungan saya, setidaknya perlu biaya Rp9-10 juta per anak untuk ke Shanghai, Tiongkok. 

Jadi, apa benang merah dari tiga cerita unik tadi? Mau PSSI Pusat dibekukan pemerintah lalu ditambah  sanksi FIFA, kegairahan sepak bola usia muda tetap ada. Justru untuk saat ini, keberadaan Danone Cup dan Gothia Cup makin menggelitik PSSI Pusat karena makin eksis. Seingat saya, saat PSSI Pusat masih ''gagah'', Danone Cup malah tak diperhatikan. Bahkan ada di beberapa kota, PSSI-nya mempersulit penyelenggaraan. 

Soal sikap orang tua yang sebenarnya terkait pengalaman hidup dan dana, hanya ''bumbu-bumbunya saja''. Biasanya bisa teratasi. Contohnya SSB Tanjunguma Batam yang juara regional Danone Riau-Kepri saat mau ke putaran final di Jakarta, banyak pihak yang bantu. Walau di detik-detik terakhir. 

Karena itu, Insha Allah, SSB Erdeka Muda yang saya pimpin akan mengikuti semua tiga even itu dan tak perlu pikir macam-macam dulu. Yang penting anak-anak bertanding, apalagi jika masih di Batam. Piala Suratin, karena kami punya klub Erdeka Muda FC yang anggota resmi PSSI Pusat. Tapi saya tak yakin, tahun ini PSSI Pusat gelar Piala Suratin. Untuk Danone, kami bakal turun dua tim. Gothia Cup, juga ikut ketiga kelompok usia. Minimal meramaikan seleksi regional Batam.

###(Penulis Ade Adran Syahlan, dapat dihubungi melalui akun twitternya @adesyahlan. Tulisan ini telah terbit di koran Batam Pos edisi Minggu 31 Januari 2016)

Sumber foto: Goal.com

Sumber Online: http://dutatamasports.com/blog/danone-cup-dan-gothia-cup-yang-menggelitik-pssi-pusat

 

Komentar

Baca Juga