Cerita Unik Jersey di TSC 2016 (Bagian 2)

Cerita Unik Jersey di TSC 2016 (Bagian 2)

Gelaran Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 telah berakhir, ada banyak cerita yang tertuturkan selama turnamen ini digelar. Tidak terkecuali cerita tentang jersey yang dikenakan oleh klub-klub pesertanya, Ada berbagai kejadian yang membuat kita tersenyum sekaligus prihatin dengan pengelolaan salah satu unsur kelengkapan permainan sepakbola ini, jersey.

Berikut beberapa cerita tentang jersey selama TSC 2016 yang bisa dituturkan:

1. Ups...Maaf, Jersey Anda Saya Robek

2. Ssttt…Itu Pelatih, Bukan Pemain Cadangan

3. Satu babak, Satu Jersey

4. Pesan Cinta Sang Ayah di Jersey

Tertulis nama “Thon Thomas” dijersey Sriwijaya FC milik Hilton Moreira selama gelaran TSC 2016. ‘Thon’ memang nama yang kerap digunakan Hilton dijerseynya, tapi bagaimana dengan ‘Thomas’? Sementara nama lengkapnya sendiri, Hilton Mauro Moreira.

Ternyata nama tambahan itu adalah nama anaknya, Thomas Moreira. Hilton merasa tersugesti untuk bermain baik karena merasa dengan mengenakan nama itu dijerseynya, ia merasa selalu bersama sang anak. "Anak saya juga senang saat tahu namanya ada di kostum saya. Sangat terlihat dia bangga. Ini salah satu bentuk cinta saya pada dia," kata mantan pemain Deltras dan Persib ini.

 

5.  Jersey Kami Banyak, Anda Mau Koleksi Yang Mana?

Awal September 2016, klub Bhayangkara Surabaya United resmi berganti nama menjadi Bhayangkara Football Club (Bhayangkara FC). Pergantian nama tersebut diikuti pergantian logo klub sekaligus pergantian jersey. Tiga varian jersey diperkenalkan sebagai baju perang Bhayangkara FC selama mengarungi kompetisi. Hijau Muda, Kuning, dan Merah. Jadilah sejak pekan ke-19 TSC 2016, Bhayangkara FC menggunakan jersey baru tersebut.

Namun kejutan terjadi, di pekan ke-25 TSC 2016 Bhayangkara FC hadir dengan jersey disain baru berwarna kuning kombinasi merah. Disambung beberapa pekan berikutnya bertanding dengan jersey hijau tua, jersey baru yang sebelumnya tidak dikenalkan sebagai baju perang Bhayangkara FC saat launching.

Praktis, mulai pekan ke-19 hingga pekan terakhir atau sekitar 16 laga, Bhayangkara FC mengenakan lima jersey yang berbeda. Jumlah yang menjadikan jersey Bhayangkara FC sebagai jumlah jersey terbanyak bila dibandingkan dengan klub-klub peserta TSC 2016 lainnya.

 

6.  Menutup Sang Mantan di Jersey, Move On

Pada kompetisi 2015, Persiba Balikpapan memajang dua sponsor utama dibagian depan jersey, Phillips dan Bankaltim. Jersey sendiri disokong oleh apparel asal Thailand, Eureka. Sayangnya kompetisi terhenti, dan sponsor pun menarik diri.

Menjelang turnamen TSC 2016, Persiba kesulitan untuk menarik lagi Phillips dan Bankaltim, padahal lebih dari 200an jersey yang disediakan Eureka untuk Persiba sudah tercetak lengkap dengan kedua sponsor tersebut.

Tindakan tegas diambil manajemen Persiba, setelah memberi waktu terkait kepastiaan bergabung atau tidak, manajemen mengambil tindakan dengan menutup logo kedua sponsor tersebut dijersey.

Memang jadi terlihat agak janggal dan mengurangi nilai keindahan jersey, tapi pilihan yang ekonomis dibandingkan “mempensiunkan” jersey-jersey tersebut .

Ditulis oleh Arief Rakhman, Pecinta dan penikmat sepakbola, apapun mahzabnya, yang berharap sepakbola di negerinya bisa jadi lebih baik. Penulis bisa dihubungi via twitter di @A_Rakhman

Sumber:

http://www.bola.com

http://www.rappler.com

http://bola.liputan6.com

http://www.indonesiansc.com

 

 

Komentar

Baca Juga