Cerita Unik Jersey di TSC 2016 (Bagian 1)

Cerita Unik Jersey di TSC 2016 (Bagian 1)

Gelaran Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 telah berakhir, ada banyak cerita yang tertuturkan selama turnamen ini digelar. Tidak terkecuali cerita tentang jersey yang dikenakan oleh klub-klub pesertanya, Ada berbagai kejadian yang membuat kita tersenyum sekaligus prihatin dengan pengelolaan salah satu unsur kelengkapan permainan sepakbola ini, jersey.

Berikut beberapa cerita tentang jersey selama TSC 2016 yang bisa dituturkan:

1. Ups...Maaf, Jersey Anda Saya Robek

TSC 2016 baru memasuki pekan kedua, tapi itu tidak menjamin laga tidak berlangsung panas. Pertandingan Madura United melawan Arema Cronus di awal Mei 2016 berlangsung dengan tensi yang tinggi. Sebuah insiden unik terjadi, duel perebutan bola antara pemain Arema Cronus, Lopicic, dan pemain Madura United, Ahmad Maulana, membuat jersey milik Lopicic robek dibagian atasnya.

Pasca robeknya jersey bernomor 22 itu, laga pun terhenti. Selain protes dari pemain Arema kepada wasit, Lopicic juga harus menepi untuk ganti dengan jersey baru yang sudah disiapkan oleh tim.

"Sepertinya baru sekali. Sudah lupa atau malah memang belum pernah. Hahaha. Untung ada cadangan ya. Tetapi ini bisa jadi pengalaman tersendiri bagi saya ketika bermain di Arema," kata Lopicic usai laga.

 

2. Ssttt…Itu Pelatih, Bukan Pemain Cadangan

Saat laga Persela Lamongan vs Persiba Balikpapan di Lamongan awal Agustus 2016, terlihat seseorang yang menggunakan jersey ketiga Persiba Balikpapan (untuk ISL 2015) lengkap dengan celana pendeknya memberikan instruksi kepada pemain dilapangan. Kiper? Bukan, ternyata dia adalah....Jaino Matos, sang arstitek Persiba

Jaino Matos memang sering menggunakan jersey (tandang) Persiba saat memimpin latihan. Tapi siapa sangka saat matchday pun, dia menggunakan jersey (ketiga) Persiba dipinggir lapangan. Sejatinya tidak hanya saat pertandingan tandang ke Lamongan saja Jaino menggunakan jersey Persiba, pada beberapa kesempatan diantaranya saat laga kandang melawan Semen Padang di akhir Juli 2016 Jaino juga mengenakannya. Jaino Matos terlihat seperti pemain cadangan, bukan sekedar pelatih.

 

3. Satu babak, Satu Jersey

Technical Meeting memutuskan Sriwijaya FC akan menggunakan jersey warna kuning, sedangkan tamunya, Bhayangkara FC akan menggunakan jersey warna merah. Namun saat pertandingan Bhayangkara FC tampil menggunakan jersey berwarna hijau muda. Jadilah babak pertama berjalan dengan kedua tim menggunakan jersey berwarna senada.

Manajemen Sriwijaya meradang dan menuntut pergantian jersey Bhayangkara FC. Dan akhirnya dibabak kedua Bhayangkara FC berlaga dengan mengenakan jersey baru berwarna merah.

Rahmad Sumanjaya, corporate secretary Bhayangkara FC memberikan penjelasan: “Musabab perubahan itu, kostum Evan warna merah diminta seorang suporter sebelum laga berlangsung. Dan kebetulan kami hanya membawa sepasang kostum hijau dan merah,”

Mengapa dibabak kedua Evan terlihat mengenakan jersey merah? “Kitman kami akhirnya bekerja keras mengganti jersey merah nomor dan nama punggung Rudi Widodo dengan Evan Dimas,” kata pelatih Bhayangkara FC, Ibnu Grahan.

[Bersambung] Berikutnya; Saat Jersey Digunakan untuk Menyampaikan Pesan Cinta

Ditulis oleh Arief Rakhman, Pecinta dan penikmat sepakbola, apapun mahzabnya, yang berharap sepakbola di negerinya bisa jadi lebih baik. Penulis bisa dihubungi via twitter di @A_Rakhman

Sumber:

http://www.jawapos.com

http://www.klikapa.com

http://www.indonesiansc.com

http://bandung.pojoksatu.id

Komentar

Baca Juga