Cerita Unik Jersey di Sepakbola Indonesia (Bagian 1)

Cerita Unik Jersey di Sepakbola Indonesia (Bagian 1)

Seragam tim sepakbola atau seringkali disebut jersey, ternyata menyimpan cerita unik dan lucu. Ada berbagai kejadian yang membuat kita tersenyum sekaligus prihatin dengan pengelolaan salah satu unsur kelengkapan permainan sepakbola ini, jersey. Di sepakbola Indonesia, kejadian unik terkait jersey tidak jarang terjadi, dari level kompetisi amatir bahkan kompetisi profesional.

Berikut beberapa diantaranya:

1. Saat Jersey Bertempelkan Kertas Untuk Nomor Punggung

Ada yang unik dari pertandingan Piala Suratin antara Jember United melawan Persis Solo pada 27 Oktober 2014. Enam orang pemain Persis Solo nampak menggunakan jersey dengan dibagian punggung menempel dengan selotip kertas manila bertuliskan bernomor pungung. Apa yang terjadi?

Usut punya usut, ternyata kejadian ini berawal dari temuan Pengawas Pertandingan (PP) sebelam pertandingan. PP menemukan ketidaksesuian nomor punggung enam pemain Persis dengan nama yang didaftarkan ke PSSI, sehingga direkomendasikan mengoreksi nomor punggung di jersey enam orang pemain tersebut.

Tidak memiliki kostum cadangan, official Persis terpaksa menuliskan nomor punggung tujuh pemain itu di atas kertas karton manila dan menempelkannya di atas kostum. Biar tak mudah lepas, kertas bernomor punggung itu ditempelkan dengan selotip dan staples. Sedikitnya tujuh kali pemain Persis harus keluar lapangan untuk menempelkan kembali kertas bernomor punggung itu.

Pelatih merangkap manajer Persis, Agus Pratikno, memberikan penjelasan. "Manajer yang awal mengundurkan diri dan semua kostum dibawanya. Akhirnya kami bawa kostum baru yang warnanya berbenturan dengan warna kostum Jember United. Untuk bertanding tadi kami pakai kostum latihan.

 

2. Ow..ow..Kamu Ketahuan Menggunakan Jersey Orang Lain

14 Desember 2011, Arema Indonesia menjalani laga perdana mereka di IPL menjamu PSMS Medan di Stadion Gajayana Malang. Belum setengah jam babak pertama berlangsung, pemain Arema Indonesia Gunawan Dwi Cahyo diperintahkan wasit untuk keluar dari lapangan dan mengganti seragamnya.

Berawal dari Asisten Wasit (AW) 2 yang mengangkat bendera karena melihat kejanggalan pada jersey yang digunakan Gunawan. Masuk ke lapangan diawal pertandingan dengan nomor punggung 23 dan nama punggung ‘Gunawan Dwi’, AW 2 melihat tiba-tiba Gunawan menggunakan nomor punggung 24 dan nama punggung ‘Legimin Raharjo’. Ternyata sejak awal laga Gunawan menggunakan jersey orang lain dengan nama dan nomor punggung tempelan disesuaikan dengan miliknya. Celakanya, tempelan tersebut lepas karena dinamika pertandingan.

Kejadian unik berlanjut di bench, alih-alih mengganti jersey dengan jersey cadangan, official Arema Indonesia hanya memperbaiki tempelan nama dan nomor punggung yang terlepas tersebut agar lebih tahan lama digunakan. Baru di babak kedua Gunawan mengenakan nomor 23 tanpa dilengkapi nama punggung.

Direktur PT Arema Indonesia, Winarso, memberikan penjelasan: “Kostum milik Gunawan yang ada (disiapkan) kekecilan, dan kami berusaha mencari (jersey lainnya) yang sesuai dan yang ada. Untuk menyesuaikan maka langkah teknis dengan menempel. Di babak kedua kami melakukan perbaikan itu,"

 

3. Maaf, Kami Tak Sempat Mencetak Ulang Nama Kiper di Jersey

Perangkat pertandingan tidak selamanya jeli dengan insiden jersey dalam satu pertandingan. Pada laga Piala Kemerdekaan antara Madiun Putra FC melawan Persekap Pasuruan pada 15 Agustus 2015, kiper Persekap Tedi Heri Setiawan “bebas” menggunakan jersey dengan nama punggung ‘Angga Saputra’ selama babak pertama.

Adalah pihak Madiun Putra FC yang mengetahui bahwa kiper Persekap tersebut bernama Tedi, bukan Angga seperti tertulis di jersey. Protes yang diajukan keperangkat pertandingan menindaklanjuti dengan segera dan meminta nama punggung ‘Angga Saputra’ ditutup. Official Persekap pun menutup nama punggung dijersey Tedi secara darurat, dengan menggunakan plester luka. Kamdi, wasit cadangan saat pertandingan itu mengakui perangkat pertandingan lalai membaca nama pemain.

Pelatih Persekap, Ashari, memberikan penjelasan: "Kami memang tak punya waktu untuk menyablon dan mengganti nama kostum kiper. Makanya kami beri Tedi Heri kaus seadanya, toh nomor punggungnya sama. Kami berharap perangkat pertandingan tak mengetahuinya. Ternyata mereka tak jeli juga. Ya, meskipun di babak kedua mereka tahu dan nama di punggung Tedi Heri disuruh menutup dengan plester luka,"

 

[Bersambung] Berikutnya; Saat Jersey Pengganti Harus Digunakan Karena Hal-Hal Unik

Ditulis oleh @a_rakhman

Sumber:

http://www.beritajatim.com

http://www.tribunnews.com

http://ongisnade.co.id

Sumber Photo:

Sumber:

http://www.beritajatim.com

http://www.tribunnews.com

http://ongisnade.co.id

http://www.wearemania.net/

Komentar

Baca Juga