Ada Fabio Oliveira dalam Kesuksesan MU Musim Ini

Ada Fabio Oliveira dalam Kesuksesan MU Musim Ini

Kesebelasan asal Jawa Timur, Madura United (MU) berhasil mengakhiri musim dengan menempati posisi ketiga di klasemen akhir Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016. Prestasi tersebut dapat dikatakan luar biasa lantaran tim asal Pulau Madura ini baru saja terbentuk pada tahun 2015 lalu—dengan mengakuisisi Persipasi Bandung Raya.

Selain itu, MU juga menjadi tim paling produktif ketiga dalam mencetak gol di ISC A 2016. Total Slamet Nurcahyo dkk berhasil memasukan 56 gol atau hanya selisih 6 gol saja dari Pusamania Borneo FC dan Sriwijaya di posisi satu dan dua.

Kesuksesan MU pun juga melahirkan pemain-pemain yang mampu mempesona dan membuat jatuh cinta para pengila sepakbola tanah air. Tiga pemain asing Laskar Kerab, Pablo Rodriguez Aracil, Dane Milovanovic, dan Fabiano Beltrame banjir pujian lantaran performa yang luar biasa sepanjang musim.

Aracil sukses menjadi pemain paling subur dengan 14 gol, lalu Milovanovic yang menjadi pemain asing yang paing dicintai publik Madura, serta kokohnya Beltrame yang hanya membuat MU kemasukan 40 gol dalam semusim.   

Belum lagi pemain lokal yang tampil luar biasa sehingga dikenal, padahal sebelumnya kurang begitu memiliki nama. Sebut saja, Munhar, Ahmad Maulana Putra,Engelberd Sani, Herry Prasetyo, dan Bayu Gatra Sanggiawan. Khusus Bayu Gatra, namanya bahkan masuk dalam skuat Tim Nasional (Timnas) Indonesia di Piala AFF 2016 lalu—walau tidak sekalipun diturunkan.

Banyak yang bilang keberhasilan MU tampil memukau di ISC A 2016 adalah karena keberhasilan Gomes de Olivera. Hal tersebut adalah tepat, pelatih asal Brasil tersebut mampu meningkatkan Solidaritas dan menumbuhkan rasa kekeluargaan antar pemain. Namun, kita juga tak bisa mengidahkan jasa Fabio Oliveira yang juga ikut andil dalam menjadikan MU sebagi tim yang luar biasa.

Fabio sendiri bukanlah muka baru dalam kancah sepakbola tanah air, ia banyak melatih klub-klub di Indonesia, sebut saja Persija IPL, Persebaya 1927, dan Persita Tangerang. Bahkan sempat menjadi asisten pelatih Timnas Indonesia dengan membantu Nil Maizar beberapa waktu lalu.

Setelah sempat hijrah sebentar ke Liga Timor Leste—dengan melatih Carsae FC, pelatih yang memiliki ciri khas berkepala plontos tersebut pun kembali ke Indonesia dengan menjadi Koordinator Teknik di MU.

Adapun pekerjaan menjadi Koordinator Teknik adalah pekerjaan yang cukup unik. Pasalnya, Fabio bertanggung jawab terhadap strategi umum yang akan dipakai suatu tim. Ia merekomendasikan kepada pelatih kepala untuk menentukan pemain, dalam hal ini secara teknik maupun taktik untuk meningkatkan performa pemain secara individu maupun tim. Singkatnya, peran mantan asisten PSM Makassar ini membantu pelatih utama dalam menentukan pilihan di lapangan.

Karena tugas itulah, peran Fabio tak bisa disepelekan dalam kesuksesan MU musim ini. Selain itu, belum banyak klub di Indonesia yang menggunakan jasa Koordinator Teknik, padahal peran ini cukup vital. Hal ini dapat dibuktikan oleh MU yang performanya cukup konsisten di ISC A 2016 ini—meski banyak yang bilang kehabisan bensin menjelang akhir musim.

Sumber foto: emosijiwaku.com

Komentar

Baca Juga